Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas 2022 Capai Rp270 Triliun

user
Sasongko 20 Januari 2023, 18:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojongeoro - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan, penerimaan negara dari sektor hulu Migas tahun 2022 tercatat mencapai US$18,19 miliar atau setara Rp270 triliun.

Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo menyebut, capaian ini melampaui target yang dipasang pada 2022 yaitu sebesar US$9,95 miliar. Hal ini dikatakan tak lepas dari capaian realisasi lifting minyak sebesar 612,3 MBOPD (thousands barrel of oil per day). Dan juga realisasi lifting gas sebesar 5.347 MMSCFD (milliom standard cubic feet per day).

"Untuk gas, catatan kami 67 persen disalurkan untuk domestik, termasuk untuk gas pipa," kata Wahyu Wibowo dalam konferensi pers di Jakarta yang diikuti SuaraBanyuurip.com via aplikasi zoom, Rabu (18/01/2023) kemarin.

Disampaikan, bahwa untuk penerimaan negara, termasuk yang diterima oleh kontraktor, dan cost recovery 2022 nilainya total mencapai US$39,1 miliar atau jika dirupiahkan setara dengan hampir Rp570 triliun.

Optimasi Penerimaan dan Cost Recovery.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Khusus untuk bagian negara sebesar US$18,19 miliar atau Rp270 triliun ini nilainya dinyatakan melampaui target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 183 persen atau 109 persen dari target APBN Perubahan.

"Bagian negara ini mencapai 47 persen dari total Gross Reveneu. Ini jumlah yang sangat signifikan. Karena kalau kita lihat, ini merupakan jumlah penerimaan negara yang paling tinggi dibandingkan sejak 2016 hingga tahun 2021," ujarnya.

Penerimaan negara yang demikian tinggi tersebut, lanjut Wahju, selain disebabkan kenaikan harga minyak dan oleh capaian-capaian produksi, pihaknya juga melakukan effort atau berbagai upaya melalui efisiensi pengelolaan maupun optimalisasi penerimaan lainnya.

Antara lain, melakukan upaya penjualan melalui spot LNG (Liquified Natural Gas),  program percepatan FTG (Filling The Gap) dan berbagai upaya lainnya tahun 2022 yang menghasilkan tambahan penerimaan negara sebesar US$2,07 miliar atau setara Rp30,6 triliun.

"Efisiensi cost recovery juga mengalami peningkatan efisiensi. Dari US$10,9 miliar tahun 2019 menjadi US$7,9 miliar pada tahun 2022," ucapnya.(fin)

Kredit

Bagikan