Tragedi di Kanjuruhan Malang Terbesar dalam Sejarah Sepakbola Dunia

user
Nugroho 02 Oktober 2022, 16:21 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Sodik Mudjahid mengatakan kerusuhan sepakbola di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur adalah tragedi terbesar dalam sejarah sepakbola di Indonesia bahkan di dunia. Korban meninggal akibat kerusuhan itu mencapai 130 orang dan ratusan orang mengalami luka-luka, melebihi jumlah korban tragedi sepak bola di Liverpool.

"Kami sangat prihatin atas kabar yang menyesakkan hati dan jiwa rakyat Indonesia," ujar Sodik.

Ia meminta agar tragedi sepakbola di Kanjuruhan Malang diusut dari sisi medis dan keamanan.

"Peristiwa ini harus dijadikan hajaran, bukan pelajaran, yang berat, untuk penataan ulang yang mendasar tentang manajemen penonton dan manajemen pendukung suatu klub sepakbola," ungkap Sodik dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Parlementaria, Minggu (2/10/2022).

Ia mengimbau semua pemangku kepentingan di sepak bola mulai dari pakar, praktisi, tokoh sosiolog, manajemen massa, hingga tokoh masyarakat, harus dilibatkan. Pendekatan pembinaan dan pendidikan kepada pecinta bola dan para pendukung sebuah klub di Indonesia harus diubah secara fundamental.

"Dimulai soal semangat kebangsaan, persatuan Indonesia, budaya Bhineka Tunggal Ika, sampai pendekatan model fans klub moderen seperti pendukung klub moderen di negara maju. Jika tidak ada perubahan yang fundamental mendasar, akan menggangu banyak hal seperti prestasi sepak bola, prestasi klub bahkan sampai kepada sangsi dan kepercayaan FIFA kepada PSSI," urainya.

Oleh karena itu Sodik menekankan agar PSSI harus jadi motor yang proaktif dalam menuntaskankan persoalan serta mampu melakukan transformasi pada manajemen pertandingan dan manajemen fans klub.

Untuk diketahui, tragedi berdarah itu terjadi usai laga lanjutan BRI Liga 1 2022/2023 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Laga itu akhirnya dimenangkan Persebaya 3-2.

Kerusuhan kemudian terjadi. Ribuan supporter Arema masuk ke lapangan dan secara brutal menyerang official dan pemain meluapkan emosi karena timnya kalah. Akibatnya, 129 orang meninggal dunia dan ratusan mengalami luka-luka dalam tragedi tersebut.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan sebelumnya menyampaikan, telah menerjunkan tim ke Malang untuk melakukan investigasi terkait tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Kita juga mendukung penuh pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa tersebut," tegas Irawan dalam keterangan tertulisnya.(suko)

Kredit

Bagikan