Peringati Hari Lingkungan Hidup, BEM STIE Cendekia Bojonegoro Ajak Warga Daur Ulang Sampah

user
nugroho 05 Juni 2022, 20:04 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Memperingati hari lingkungan hidup sedunia, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Cendekia Bojonegoro, Jawa Timur menggelar aksi peduli lingkungan. Aksi lingkungan ini dilakukan di Desa Blongsong, Kecamatan Baureno yakni dengan mengolah atau mendaur ulang sampah menjadi barang bermanfaat.

Presiden BEM STIE Cendekia Bojonegoro Moh Basofi mengatakan, aksi peduli lingkungan dilakukan di Desa Blongsong sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Yakni dengan mengolah sampah non organik menjadi barang bermanfaat dan terutama mengurangi volume sampah.

"Tujuannya memberikan pelatihan dan keterampilan kepada pemuda-pemudi desa dalam mengelola sampah non organik dari aktivitas masyarakat," katanya, Minggu (5/6/2022).

Dia mengatakan, sampah non organik ini diolah menjadi barang yang bermanfaat seperti dijadikan dekorasi ruangan tamu, meja kursi, lampion hingga vas bunga. Yakni dengan memanfaatkan dan mengolah sampah yang ada di sekitar terutama yang tidak dipakai dan berguna.

"Hal ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah baik plastik dan lainnya," kata Basofi sapaan akrabnya.

Sebab, lanjut dia, permasalahan lingkungan telah menjadi isu global dan hampir semua masyarakat menyadari akan bahaya yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan. Salah satu penyebab kerusakan lingkungan adalah pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh menumpuknya limbah yang dihasilkan oleh manusia.

"Jika limbah langsung dibuang ke lingkungan tanpa pengolahan terlebih dahulu dapat menjadi beban bagi lingkungan," kata Basofi.

Karena itu, menurut dia, kegiatan ini bisa menjadi pelecut masyarakat serta pemuda-pemudi desa dalam mengurangi dan memanfaatkan sampah yang ada di sekitarnya. Yakni dengan mengolah sampah anorganik yang berasal dari aktivitas yang bermacam-macam seperti sampah plastik bekas kemasan suatu produk keperluan rumah, tas kresek, sedotan minuman, kaleng.

"Dan diharapkan dengan kegiatan ini juga bisa mendorong masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan serta memanfaatkan limbah sampah terutama yang berada di sekitar. Apalagi bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan