Profesor Syamsul Huda: Pendidikan di Bojonegoro Belum Merata

user
Nugroho 27 September 2022, 22:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Profesor Syamsul Huda, tokoh nasional asal Bojonegoro menilai pendidikan di Bojonegoro, Jawa Timur tidak merata sehingga menimbulkan ketimpangan. Apalagi APBD Bojonegoro tahun ini mencapai Rp 7,3 triliun, namun tingkat kemiskinan melebihi angka nasional yakni 13 persen.

Menurut Profesor Syamsul Huda, sebenarnya Bojonegoro memiliki potensi yang sangat luar biasa baik budaya hingga sumber daya alam yang banyak. Namun, jika tanpa diikuti kreativitas tentu akan menimbulkan persoalan.

"Sebab, orang yang mempunyai kemampuan kreatifitas itu yang akan menang. Bukan gelar atau IQ, tapi kreatifitas. Kreativitas menjadi ukuran, termasuk pemerintah harus memfasilitasi hal itu," katanya, saat di acara Rembuk Bojonegoro membahas Bojonegoro Masa Depan Realita dan Harapan yang digagas dari kajian sor keres (KSK), Selasa (27/9/2022).

Dia mengatakan, APBD Bojonegoro cukup besar. Namun, tingkat kemiskinan Bojonegoro melebihi angka nasional yakni 13 persen. "Saya tidak tahu ini kemiskinan kultural atau struktural," katanya.

Selain itu, lanjut dia, pengangguran juga luar biasa ada 4 persen. Apalagi tidak ada pemerataan pendidikan di Bojonegoro atau tak seimbang. Pendidikan di Bojonegoro ke timur baik, akan tetapi selatan ke barat sangat berat.

"Apakah ini dari kultur akademik masyarakat atau daya juang masyarakat juga," katanya.

Dia menambahkan, pemerataan pendidikan sangat berpengaruh untuk perencanaan masa depan. Meskipun, mempunyai uang banyak tapi tak memiliki pendidikan pasti juga perencanaan masa depan tidak ada

"Apalagi ada program pemerintah juga 1 desa 2 sarjana, tapi paling banyak pegawai yang mengisi program itu, namun masyarakat secara umum tak terlibat," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan