Hadir di SMA Diponegoro Jember, SPAB Gelar Pelatihan Pengenalan Ancaman Bencana

user
Nugroho 30 September 2022, 21:26 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Jember - Pelaksanaan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA YLPI Diponegoro, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, merupakan yang pertama kali diadakan di Jember. Tak heran bila para siswa dan stakeholders sekolah antusias mengikuti kegiatan ini.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jember Sigit Akbari mengungkapkan, SPAB yang diadakan BPBD Jawa Timur bersama SRPB Jawa Timur memang baru pertama kali diadakan di wilayahnya.

"Ini memang yang pertama digelar di Jember," ungkapnya di sela-sela pembukaan SPAB di sekolah ini.

Bahkan, setelah ada kabar SMA Diponegoro Panti menggelar SPAB, beberapa sekolah di Jember mengajukan permintaan untuk diadakan SPAB.

SPAB di SMA Diponegoro Panti ini diadakan pada Kamis dan Jumat, 29-30 September 2022. Sedangkan fasilitatornya adalah Aslichatul Insiyah, Nurul Wachida, dan Rizki Daniarto.

Kepala SMA Diponegoro Panti Ibar Budi Cahyono mengungkapkan bahwa sekolah yang berada di Jalan Keputren Suci ini memang tak jauh dari Gunung Argopuro. Bahkan pada tahun 2006 terjadi banjir bandang besar yang melanda Kecamatan Panti, termasuk Desa Suci ini.

"Sekolah kami menjadi tempat pengungsian penyintas banjir bandang," ungkapnya.

Ibar Budi Cahyono berharap SPAB ini bisa memberikan pengalaman dan wawasan kepada siswa dan stakeholders sekolah. "Agar kami siap dan tangguh menghadapi bencana," imbuhnya.

Sementara, anggota Komisi E DPRD Jatim Hari Putri Lestari yang ikut hadir dalam pembukaan SPAB ini mengatakan, bencana tak hanya disebabkan alam saja. Di lingkungan terkecil di rumah pun bisa saja terjadi bencana. Misalnya terjadi kebakaran akibat korsleting listrik.

"Bencana tak bisa dicegah tapi diminimalisir. Saya melihat program SPAB ini telah terencana dengan baik. Kita akan terus support dalam anggaran," kata perempuan yang pernah menekuni bidang manajemen risiko selama 17 tahun ini.

Kalaksa BPBD Jatim Budi Santosa membuka kegiatan ini. Tak lupa ia berpesan kepada peserta agar mengenali ancaman bencana di sekitar.

"Kesiapsiagaan itu berasal dari kita sendiri. Baru dikenalkan ke keluarga, tetangga, dan yang lain," ujarnya didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Andhika Nurrahmad Sudigda.

Dalam materi pembuatan dokumen risiko dan simulasi, peserta banyak mendapatkan ilmu dan wawasan dari fasilitator. Sedangkan penutupan juga diadakan pelatihan memadamkan kebakaran oleh Damkar Jember. Penutupan SPAB dilakukan oleh Kabid PK BPBD Jember Ahmad Roib.(jk)

Kredit

Bagikan