ITS Kirim Tim Pengabdian Masyarakat ke Tuban untuk Tingkatkan Sanitasi

user
Nugroho 08 Oktober 2022, 15:26 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan berangkat ke Tuban, Jawa Timur, Kamis (6/10/2022) lalu, guna memberikan pelatihan sanitasi lingkungan. Pelatihan yang dimaksud terkait dengan operasi dan pemeliharaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD).

“Kami mendapat undangan dari Dinas PUPR, PRKP Kabupaten Tuban untuk membantu optimalisasi pengolahan air limbah domestik. Kapasitas instalasi yang terpasang beragam mulai dari individu, komunal 10 hingga 50 rumah. Permasalahan yang sering muncul seperti kelebihan beban (overcapacity), penyumbatan, dan terganggunya sistem pengolahan,” ucap Ipung, Ketua Tim PkM sekaligus dosen Departemen Teknik Lingkungan ITS tersebut.

Ipung menambahkan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas lingkungan, terutama wilayah pesisir seperti Tuban. Adanya inisiatif instalasi SPALD ini dinilai positif karena dapat mengurangi beban pencemaran air yang akan dibuang ke sungai.

“Ya kalau sungai kita bersih, selokan kita bersih kan manfaatnya kembali lagi ke kita. Biota air jadi lebih sehat, kitapun juga bisa lebih sehat karena resiko penyakit ditekan. Selain itu aliran air yang bersih juga bisa dimanfaatkan untuk rekreasi yang bisa meningkatkan ekonomi warga,” tambah Ipung dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (8/10/2022).

Untuk diketahui pengabdian masyarakat tersebut diinisiasi oleh Laboratorium Remediasi Lingkungan, Departemen Teknik Lingkungan ITS yang dikepalai oleh Bieby Voijant Tangahu S.T., M.T., Ph.D. Acara melibatkan enam mahasiswa ITS dalam program kuliah kerja nyata (KKN) dan dihadiri oleh sekitar 50 peserta perwakilan dari kelurahan di Tuban yang telah memiliki instalasi pengolahan limbah domestik.

“Sebenarnya kita saling belajar. Warga, mahasiswa, dan bahkan kamipun belajar dari permasalahan-permasalahan yang ada. Semoga ilmu yang kami sampaikan bermanfaat dan pengolahan limbah domestik bisa lebih optimal. Acara seperti ini saya kira perlu diperbayak di daerah-daerah lain supaya semangat menjaga kesehatan lingkungan bisa ditularkan," tutup Ipung.(suko)

Kredit

Bagikan