Ponpes Modern Al Fatimah Berharap Kuota Beasiswa Luar Negeri Ditambah

user
Sasongko 09 November 2022, 18:53 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al Fatimah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berharap ada pembahasan tambahan kuota program Pertukaran Pelajar maupun Beasiswa ke Universitas dan juga adanya program Ekonomi Kemandirian Pesantren.

Harapan tersebut mengemuka sebagai dukungan seiring akan dilaksanakannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada tanggal 15-16 November 2022 mendatang. Berbagai isu akan dibahas, diantaranya Sherpa Track yang didalamnya membahas tentang Pendidikan, Ekonomi, Pemberdayaan Perempuan dan sebagainya.

"Kami sangat mendukung pelaksanaan KTT G20 di Bali, semoga dalam pembahasan isu Pendidikan, ada tambahan kuota Pertukaran Pelajar maupun Beasiswa ke Luar Negeri dan Program Ekonomi Kemandirian Pesantren,” kata Pengasuh Ponpes Modern Al-Fatimah Bojonegoro Dr. KH Tamam Syaifuddin, M.Si, Rabu (9/11/22) kemarin.

Ditambahkan, saat ini Ponpes Modern Al Fatimah Bojonegoro rutin mengirimkan santriwatinya ke Luar Negeri. Baik ke Amerika maupun ke China. Bahkan ada dua Santriwati alumni SMA Plus Al Fatimah, mendapatkan Beasiswa kuliah di Universitas Sun Yat Sen China di jurusan Kedokteran dan Geologi.

"Kami bangga dengan para Santriwati, mereka mampu bersaing ditengah tengah pesatnya perkembangan teknologi saat ini," tambahnya.

Selain itu, lanjut Tamam, Ponpes Modern Al Fatimah juga mendapatkan guru pengabdian dari Amerika untuk mengajar Bahasa Inggris di Ponpes Modern Al Fatimah. Guru pengabdian tersebut akan mengajar selama satu tahun di Bojonegoro.

Dijelaskan, bahwa pembahasan perihal pendidikan antar Negara KTT G20 nanti, sangat berpengaruh akan kemajuan Indonesia. Untuk itu, ekonomi kemandirian pesantren juga perlu adanya perhatian dari Pemerintah.

"Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meningkat, akan mampu membawa Indonesia menuju Negara maju," tandas mantan wakil rakyat ini.(fin)

Kredit

Bagikan