Masa Depan Penting untuk Dituliskan

user
Sasongko 24 November 2022, 08:02 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Masa depan tak hanya penting untuk direncanakan, tetapi juga penting untuk dituliskan. Pesan ini mengemuka dalam acara diskusi buku yang dihelat Forum Taman Bacaan Masyarakat Bojonegoro (FTBM) di Sematta Kopi, Perumahan Pandawa Land, Desa Pacul, Kecamatan Kota. Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (23/11/2022) kemarin.

Kegiatan mendiskusikan buku bertajuk "Menciptakan Masa Depan" karya para mahasiswa penerima beasiswa Banyu Urip ini didukung oleh operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Editor buku itu juga dihadirkan sebagai salah satu narasumber. Yaitu Rian Adi Kurniawan. Selain dua narasumber lain dari pegiat komunitas Sematta Sastra, yakni M. Imron Salasa dan Nimas Ajeng Erliyanti. Serta diikuti puluhan pegiat literasi, mahasiswa, dan lembaga pendidikan non formal.

Diskusi berlangsung hidup. Lantaran banyak peserta menumpahkan uneg-uneg berkenaan masa depan mereka. Bahkan sebagian peserta juga mencurahkan isi hati yang kemudian larut dalam pembahasan.

Ketua FTBM Bojonegoro, Bangun Setiyawan Nugroho berharap, diskusi buku ini mampu menumbuhkan semangat dan inspirasi kepada para peserta sebagaimana tertulis pada judul buku.

"Kebetulan pesertanya kan dari komunitas yang berisi anak-anak muda," katanya.

Sementara editor buku "Menciptakan Masa Depan", Rian Adi Kurniawan mengungkapkan, bahwa buku itu ditulis oleh 29 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri untuk menjadi pengingat perencanaan mereka. Catatan pentingnya adalah masa depan harus diciptakan atau direncanakan secara matang.

"Penting juga untuk menuliskan rencana. Kita harus berusaha untuk bisa menulis. Semangatnya adalah menulis ini sebetulnya bisa dilakukan oleh siapapun melalui media apa saja. Sehingga saat masa depan telah tercapai, tulisan kita akan menjadi catatan yang bisa dipelajari," ungkapnya.

Sedangkan PIC Program EMCL, Hasti Asih berharap, buku antologi tersebut makin dikenal masyarakat luas melalui berbagai komunitas baca di Bojonegoro. Diskusi ini dinilai bagus dan memuaskan sesuai dengan audien yang ditargetkan.

"Acara ini merupakan bagian dari program EMCL," tandasnya.

Salah satu peserta, Ani Mualifah, asal Rengel, Kabupaten Tuban, mengaku merasakan manfaat diskusi sebagai tambahan wawasan dalam membuka cara pandang dan cara berpikir.

'Menarik sekali acaranya. Semoga acara seperti ini lebih sering diadakan," ujar lulusan Universitas Negeri Semarang itu.(fin)

Kredit

Bagikan