9 Paket Proyek Perbaikan Sekolah di Bojonegoro Senilai Rp 3, 3 Miliar Gagal Tender

user
Sasongko 28 November 2022, 17:30 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak sembilan paket proyek sekolah di Bojonegoro, Jawa Timur, yang dianggarkan tahun 2022 ini gagal tender. Padahal sejumlah sekolah kondisinya rusak dan mendesak perlu direhab.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Jawa Timur, Suyanto mengatakan, ada sembilan paket proyek untuk merehab sekolah terpaksa gagal tender.

"Paket proyek sekolah itu dianggarkan di APBD 2022 totalnya senilai Rp 3,3 miliar," katanya, Senin (28/11/2022).

Dia mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan perbaikan sekolah gagal lelang. Diantaranya karena kondisi alam, waktu mepet, dan tidak ada penyedia yang memenuhi syarat sehingga akan diajukan di P-APBD 2023 mendatang.

"Karena RAPBD 2023 sudah disahkan kemarin," kata Suyanto.

Total ada sebanyak 51 paket proyek sekolah yang harusnya terealisasi di anggaran tahun ini. Namun, kata dia, dari 42 yang terealisasi ada sembilan paket proyek sekolah gagal lelang.

"Ada proyek ruang kelas dan toilet sekolah yang perlu direhab," ujarnya.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengatakan, sembilan paket proyek untuk perbaikan sekolah karena terkendala teknis.

"Adanya arahan dari KPK agar perbaikan sekolah dilakukan dinas teknis," katanya.

Namun, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro beralasan memiliki SDM terbatas sehingga tidak bisa membantu pengerjaan fisik di diknas.

Sehingga, katanya, Disdik berkirim surat ke KPK untuk meminta rekomendasi, akan tetapi rekomendasi kebijakan untuk perbaikan sekolah turun di akhir tahun.

"Diknas baru bisa memproses itupun terkendala soal waktu, bila tender gagal maka jelas tidak bisa dilaksanakan karena waktu sudah mepet," pungkasnya.(jk)

Kredit

Bagikan