PMII Bojonegoro Gelar Halaqoh Ilmiah tentang Reforma Agraria

user
Nugroho 03 Desember 2022, 20:35 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - PC PMII Bojonegoro, Jawa Timur menggelar halaqah ilmiah di Gedung Angling Darma, Sabtu (3/12/2022). Halaqah ilmiah tersebut merupakan rangkaian dari pelatihan kader lanjut (PKL) V dengan mengangkat tema "Ijtihad PMII Mengawal Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Rakyat".

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Herri Siswanto mengatakan, masih banyak konflik agraria yang terjadi di Indonesia. Konsorium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, ada 207 konflik agraria di Indonesia sepanjang Tahun 2021.

"Dari Jumlah itu konflik agraria paling banyak terjadi di sektor perkebunan, yakni 74 kasus. Lebih rinci lagi, 59 kasus atau 80 persen kasus tersebut terjadi di sektor perkebunan sawit dengan luas mencapai 255.006 hektar," kata Herri sapaan akrabnya.

Konflik agraria di sektor Infrastruktur berada di urutan berikutnya dengan 52 kasus. Kemudian, lanjut dia, ada 30 konflik agraria yang terjadi di sektor pertambangan.

Dia mengatakan, tentu di setiap daerah akan berpotensi terjadinya konflik agraria. Apalagi di Bojonegoro ada banyak sumber daya alam yakni meliputi batu andesit di sekitar hutan atau migas yang telah beroperasi.

"Menanggapi hal ini, PMII Bojonegoro hadir dalam membawa gagasan awal bertemakan agraria. Tentu ini menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya konflik agraria di Bojonegoro," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur Baijuri mengatakan, yang menjadi gagasan awal untuk memahami terkait agraria para kader PMII atau peserta PKL harus membaca peraturan daerah. Yakni yang paling penting mengetahui dan membuka Raperda RTRW.

"Selain itu juga harus mengerti RPJMD, ini yang menjadi dasar utama dalam mengawali materi-materi agraria," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan