Satgas BLBI Sita Aset Obligor Bank Asia Pasific Senilai Rp2 Triliun

user
nugroho 26 Juni 2022, 14:48 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI telah menyita harta kekayaan obligor PT. Bank Asia Pasific atas nama Setiawan Harjono/Hendrawan Haryono dan pihak terafiliasi. Aset yang disita diperkirakan kurang lebih Rp2 triliun, berupa bangunan dan tanah yang berdiri di atasnya.

Adapun aset yang disita adalah lapangan golf dan fasilitasnya, serta dua buah bangunan hotel yang dikelola PT Bogor Raya Development, PT Asia Pacific Permai, dan PT Bogor Raya Estatindo yang terletak di Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Total luas lahan keseluruhan 89,01 hektar.

Selain itu, Satgas BLBI juga menyita 32 (tiga puluh dua) rekening Bank a.n. PT Bogor Raya Development dan PT Bogor Raya Estatindo.Penyitaan aset oleh Satgas BLBI dilakukan pada Rabu (22/6/2022).

“Satgas telah melakukan penagihan kepada Setiawan Harjono dan Hendrawan Haryono, tetapi yang bersangkutan tidak menyelesaikan kewajiban sesuai peraturan yang berlaku, oleh karena itu Satgas melalui Panitia Urusan Piutang Negara melakukan penyitaan atas kewajiban PT. Bank Aspac,” tulis Rionald Silaban, Ketua Satgas BLBI dalam keterangan resminya dilansir dari laman Kemenkue diakses, Minggu (26/6/2022).

Penyitaan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan Menteri Keuangan. Dipimpin oleh Ketua Satgas BLBI, didampingi oleh Kepala Bareskrim Komjen Pol. Agus Andrianto, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Feri Wibisono, Deputi Bidang Koordinator Hukum dan HAM Sugeng Purnomo, Ketua Satgas Gakkum BLBI Bareskrim Brigjen Pol Andi Rian R. Djajadi, Ketua Sekretariat Satgas BLBI, Wakaposko Satgas Gakkum BLBI Bareskrim Kombes Bagus Suropratomo, beserta tim dari Satgas Gakkum BLBI Bareskrim Polri, serta Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Iman Imanuddin.

Perkiraan awal nilai aset yang disita sebesar kurang lebih Rp2 triliun. Penyitaan ini dilakukan sebagai upaya penyelesaian hak tagih negara dana BLBI yang berasal dari obligor PT Bank Asia Pacific sebesar Rp3.579.412.035.913,11, tidak termasuk biaya administrasi pengurusan piutang negara. Sebagai informasi, penyitaan ini tidak menutup dan mengganggu serta tidak mengubah operasional hotel/klub golf dan karyawan.

“Satgas BLBI akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset obligor/debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki obligor/debitur yang selama ini telah mendapatkan dana BLBI,” terang Rionald.(suko)

Credits

Bagikan