Tagihan Membengkak 10 Kali lipat, Pelanggan PDAM Tak Mau Bayar dan Meteran Disegel

user
nugroho 06 Juni 2022, 10:05 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Tagihan pelanggan perusahaan daerah air minum (PDAM) Blora, Jawa Tengah, Cabang Cepu, dinilai tak wajar. Kenaikan tagihan air yang harus dibayar pelanggan membengkak hingga 10 kali lipat dari pemakaian normal.

Kejadian tersebut dialami Endang, warga asal Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, yang mengontrak rumah milik keluarga Yani Puspitasari, warga lingkungan Kampung Baru Kelurahan Karangboyo, Kecamatan Cepu. Selama hampir empat tahun tinggal di rumah tersebut tidak pernah ada masalah dengan air dari PDAM.

Endang mengaku selama ini tidak merasa menggunakan air hingga berlebihan. Tagihan yang semula hanya berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, membengkak menjadi lebih dari Rp2 juta.

Akibat kenaikan yang tidak wajar, Endang pun enggan untuk membayar tagihan. Namun, petugas PDAM Blora Cabang Cepu melakukan penyegelan sampai waktu yang belum ditentukan.

Endang meceritakan tanda-tanda tidak beresnya aliran air PDAM Blora Cabang Cepu mulai terjadi akhir bulan Maret 2022. Saat itu air jarang keluar hingga awal April. Bahkan, selama bulan puasa air tidak keluar sama sekali, hanya terdengar suara angin yang keluar.

"Selama puasa itu sama sekali tidak keluar. Saya terpaksa pakai air sumur. Baru pada malam takbiran, air baru keluar. Itu pun tidak lancar, " ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (6/6/2022)

Endang juga melaporkan kondisi air PDAM kepada Yani Puspitasari, pemilik rumah. Mendapat laporan tersebut, Pipit, panggilan akrabnya merasa penasaran dan curiga. Kemudian pada 3 Mei 2022, ia merekam pergerakan meteran air.

"Ternyata benar. Meteran air muter terus, padahal airnya tidak keluar. Hanya terdengar suara angin," ujarnya.

Pipit mengaku kondisi air yang tidak keluar itu sudah disampaikan kepada petugas PDAM. Namun, petugas tidak merespons. Hanya menjawab masih ada perbaikan.

Kondisi tersebut berjalan hingga satu bulan.  Hingga akhirnya, muncullah tagihan pada 28 Mei 2022 dengan total Rp856 ribu. Sontak saja, Pipit merasa kaget.

"Keesokan harinya, saya bersama Mbak Endang mendatangi Kantor PDAM di Cepu. Dengan membawa setumpuk bukti pembayaran. Kami protes," kata Pipit.

Menurut Pipit, dua kali mereka protes, tapi tidak diberikan solusi. PDAM berdalih warga memakai air dengan berlebihan. Padahal, air hampir tidak keluar selama satu bulan.

Ia juga menjelaskan selama ini memakai air secara normal, tidak berlebihan. Bahkan, air pernah tidak keluar selama satu bulan, sehingga terpaksa harus pakai air sumur.

"Biasanya saya pakai air rata-rata hanya 30 meter kubik. Tiba-tiba tagihan membengkak menjadi 300 meter kubik. Ini kan aneh. Tiga ratus meter kubik itu banyak lho. Ini sudah tidak masuk akal," ujarnya.

Pipit pun bersikukuh tidak mau membayar tagihan. Dia mempersilakan petugas dari PDAM untuk menyegel meteran.

“Tidak pakai air kok suruh bayar," ucapnya.

Kemudian, pada Sabtu (4/6/2022) sejumlah petugas dari PDAM Blora Cabang Cepu, kembali melakukan pengecekan dimulai dari meteran yang berada di halaman rumah pelanggan hingga instalasi di dalam rumah. Hasilnya, tidak ditemukan masalah kebocoran.

Menurut petugas PDAM, kata Pipit tidak ditemukan kebocoran. Mereka menyegel meteran karena air yang dipakai pelanggan memang banyak.

"Tetap saya bantah kalau airnya nggak ngalir. Mau pakai gimana, wong airnya gak ngalir. Saya sudah komplain, tapi tetap saja katanya air yang dipakai banyak,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Blora Yan Ria Pramono mengatakan, kemungkinan ada pemakaian yang berlebihan oleh pelanggan. Karena dari hasil pengecekan tidak ditemukan kerusakan pada infrastrukturnya.

"Bisa jadi dari pemakainnya," ujarnya.

Pihaknya juga tidak menekan kepada pelanggan untuk segera melunasi tagihan tersebut. Namun PDAM tetap pada aturan yang berlaku.

"Kalau tidak mau bayar ya jaringan akan kita putus. Itu sudah menjadi aturan," tegasnya.

Dia menambahkan besaran tagihan pelanggan didasarkan pada meteran air.

"Dasar kita meter air pelanggan. Untuk solusi pembayaran bisa diangsur sesuai kemampuan," pungkasnya.(ams)


Kredit

Bagikan