Pengangguran Didominasi Lulusan SLTA, DPRD Bojonegoro Minta Pemkab Beri Pelatihan

user
nugroho 31 Mei 2022, 19:36 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Angka pengangguran di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur didominasi lulusan SLTA yakni sebanyak 19.813 penganggur selama 2021. Kalangan DPRD Bojonegoro meminta pemerintah daerah harus mengambil langkah untuk membuatkan program pelatihan.

Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Slamet mengatakan, angka pengganguran didominasi lulusan SLTA karena berbagai alasan. Salah satunya karena angka lulusan SLTA tidak sebanding dengan jumlah lowongan pekerjaan yang tersedia.

"Lowongan pekerjaan untuk lulusan SLTA sangat kecil. Juga, lulusan SLTA harus bersaing dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi," katanya, Selasa (31/5/2022).

Karena itu, angka pengangguran didominasi lulusan SLTA. Rinciannya, lanjut dia, selama 2021 ada 1.391 lulusan SD menganggur, 5.868 lulusan SLTP menganggur, 1.845 sarjana mengganggur, dan sebanyak 19.813 lulusan SLTA yang menganggur.

"Itu jumlah pengangguran jika dirinci menurut tingkat pendidikan di Bojonegoro. Tertinggi urutan pertama yakni lulusan SLTA sedangkan SLTP menjadi urutan kedua." kata Slamet.

Dia menjelaskan, untuk mengurangi naiknya angka pengangguran Disperinaker Bojonegoro telah menyebar informasi saat ada bursa kerja. Yakni melalui media digital, radio, papan pengumuman hingga di laman www.bojonegorokarir.com.

"Juga menyelenggarakan pameran bursa kerja serta optimalisasi BLK, lembaga pelatihan kerja swasta, BKK di SMK dan lemabaga penempatan tenaga jerja swasta. Termasuk memperluas kesempatan kerja di sektor informal melalui wirausaha baru dengan memanfaatkan potensi lokal," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri, mengatakan harus ada keterlibatan pemerintah daerah untuk mengurangi angka pengangguran terbuka. Terutama untuk lulusan SLTA harus dibuatkan program berupa pelatihan usaha.

"Hal itu untuk memberikan ketrampilan dan meningkatkan SDM mereka, sehingga juga harus dianggarkan," kata Lasuri.

Dia mengatakan, selain itu juga proses pengerjaan proyek di Bojonegoro harus menyerap tenaga kerja lokal. Tahun ini pekerjaan proyek di Bojonegoro dilakukan dan pemenang tender harus menggunakan tenaga kerja lokal.

"Maka perlu adanya keterlibatan pemerintah," kata Lasuri.(jk)

Kredit

Bagikan