232 Hewan di Bojonegoro Terpapar PMK, Transaksi di Pasar Hewan Ditutup Sementara

user
nugroho 30 Mei 2022, 20:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 232 hewan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Untuk mencegah penyebaran PMK Pemkab Bojonegoro menghentikan transaksi jual beli di pasar hewan selama 14 hari kedepan.

Penghentian sementara transaksi jual beli hewan tersebut, berdasarkan surat edaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pada tanggal 29 Mei 2022 kemarin. Yakni dengan Nomor : 524/ 485/412.224/2022 kepada Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, dan Camat Se-Kabupaten Bojonegoro.

Melalui surat tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Nurul Azizah, mengatakan tingkat kasus penyebaran PMK di Bojonegoro mencapai 232 kasus penyakit. Jumlah itu mulai tanggal 14 sampai 28 Mei 2022 lalu.

"Karena itu, untuk sementara kegiatan transaksi jual beli di pasar hewan ditiadakan selama 14 hari terhitung mulai  30 Mei 2022 hingga 12 Juni 2022 mendatang," katanya.

Hal tersebut, untuk menghindari terjadinya perluasan jumlah ternak yang terkena PMK yang diakibatkan dari aktifitas jual beli hewan di pasar hewan. Sebab, pasar hewan merupakan tempat berkumpulnya hewan ternak dari berbagai daerah. Sehingga, sangat beresiko tinggi terhadap penularan penyakit.

"Kegiatan aktifitas jual beli di pasar hewan akan kami evaluasi kembali sesuai dengan laporan perkembangan kasus pengendalian dan penanggulangan PMK di Kabupaten Bojonegoro," katanya.

Sementara itu, Kabid kesehatan hewan dan pemasaran hasil peternakan, Dinas peternakan dan perikanan (Disnakan) Bojonegoro, Sugiharti Sri Rahadju saat dikonfirmasi mengenai penghentian sementara transaksi jual beli hewan khususnya di pasar hewan belum menjawab telepon WatsApp.(jk)

Kredit

Bagikan