Warga Sekitar Ladang Migas Blok Cepu Temukan Mayat di Tepi Bengawan Solo

user
samian 30 Mei 2022, 11:44 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Masyarakat Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, digegerkan penemuan mayat di tepi Bengawan Solo, Senin (30/05/2022). Diketahui mayat tersebut bernama Suwito (57) warga setempat.

Kepala Desa (Kades) Ngraho, Muksin mengungkapkan, bahwa jenazah yang ditemukan tersebut adalah Suwito (57). Suwito merupakan warga Desa Ngraho yang kesehariannya melakukan aktivitas di tepi Bengawan Solo sekitar pukul 16.30 WIB.

"Diduga Minggu (29/05/2022) kemarin itu dia terakhir mandi sambil nyuci. Diketemukan sudah meninggal esok paginya (hari ini) pukul 05.00 WIB oleh warga. Sudah naik ke darat bawa bak. Selisih 12 jam dari dugaan kebiasaan dia mandi," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, korban merupakan duda tanpa anak. Sehari-hari korban tinggal bersama orang tua dan adiknya di rumah. Korban merupakan warga kategori ekonomi lemah. Dengan latar belakang selama ini ditengarai menderita penyakit epilepsi.

"Dua tahun yang lalu keluarga alhmarhum saya buatkan rumah ukuran 4x8 meter untuk ditempati bersama tiga orang satu keluarga, karena tanahnya habis terjual semua," ujar kades ring satu ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gayam, AKP Bambang Tenggani menuturkan, mayat di tepi Bengawan Solo turut Dusun Ngraho, Desa Ngraho, Kecamatan Gayam itu pertama kali diketahui oleh Ruslan (50) warga setempat.

"Menurut keterangan saksi Ruslan, sekitar pukul 05.00 WIB, ia berangkat untuk mencangkul ke ladangnya yang berlokasi di pinggir Bengawan solo. Sesampainya di ladang saksi melihat ada orang yang sudah tergeletak dalam keadaan tengkurap," tuturnya.

Melihat hal tersebut Ruslan kemudian melaporkan kejadian ke Kades Ngraho, yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gayam guna proses lebih lanjut. Petugas Polsek bersama tim medis kemudian datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sesuai pemeriksaan, lanjut AKP Tenggani, hasil visum luar oleh petugas Puskesmas Gayam, pada tubuh korban tidak diketemukan tanda- tanda penganiayaan. Menurut keterangan Suto, ayah korban, Suwito sebelumnya mempunyai riwayat penyakit epilepsi.

Diduga, penyebab kematian dimungkinkan penyakit epilepsi korban kambuh saat korban usai mandi sambil mencucui, dan tidak ada yang mengetahui sehingga nyawa korban tidak tertolong.

"Selanjutnya korban diserahkan kepihak keluarga dan dibuatkan surat pernyataan. Korban saat ini telah dimakamkan," pungkas AKP Bambang Tenggani.(fin)

Kredit

Bagikan