Polisi Selidiki Penyebab Keracunan Massal di Sekaran Bojonegoro

user
nugroho 29 Mei 2022, 00:18 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Bojonegoro - Kepolisan Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur mendatangi rumah Wd (41), warga yang mempunyai hajat sunatan di Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman, untuk menyelidiki peristiwa keracunan massal. Dugaan sementara penyebab keracunan berasal paket nasi berkat (hajatan) yang dibagikan kepada warga.

“Malam ini, Sat Reskrim Polres Bojonegoro didampingi Polsek Kasiman, mendatangi Tempat Kejadian Perkara. Kami cek, apa yang menjadi penyebab, begitu banyaknya warga yang mengalami muntah-muntah,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Ramadhani kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (28/5/2022) malam.

Dia menduga ada satu penyebab dari komponen makanan yang dikemas menjadi berkat tersebut.

“Mungkin ada yang beracun atau bagaimana. Mungkin juga kadaluarsa. Sementara ini masih obeservasi tim kami,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ada 94 korban yang mengalami keracunan. Gejala yang dialami rata-rata sama. Perut sakit, mual dan muntah-muntah.

“5 orang masih lemas. Sekarang masih opname di Puskesmas untuk menjalami perawatan dan observasi dari tim medis,” tegas AKP Girindra Wardana Ramadhani.

Adapun barang bukti yang diamankan, lanjut dia berupa nasi berkat dan sepaketnya yang diolah sendiri, dan kemasan minyak goreng. Pihaknya juga melakukan pengecekan di dapur tempat mengolah masakan untuk hajatan.

“Untuk pemilik hajatan kami mintai keterangan. Kepala desa sendiri dan korban. Selanjutnya kami juga cek tim medis untuk memantau perkambangan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sekaran, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap nasi dari orang punya hajat khitanan.

Menurut Kepala Desa Sekaran, Sunarso, awal kejadian diketahui, Sabtu (28/5/2022) siang sehabis waktu salat Duhur. Sesaat setelah nasi berkat (hajat sunatan) dibagikan kepada warga.

“Ada yang mengabaikan, karena sakit perut dan mencret-mencret,” kata Sunarso.

Namun, lanjut dia setelah mahgrib mulai heboh. Banyak warga yang merasakan mual, pusing dan mencret. Sebagian warga ada yang dilarikan ke Puskesmas Kasiman.(ams)

Kredit

Bagikan