8 Tuntutan Disuarakan Karyawan Cleo ke Manajemen

user
samian 27 Mei 2022, 21:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sebanyak delapan tuntutan yang disuarakan oleh karyawan PT Sariguna Primatirta, yang bergerak memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) kepada manajemen pabrik Cleo dalam mediasi yang melibatkan pihak Kepolisian, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (27/05/2022).

Musababnya ditengarai terdapat kebijakan dari pihak Plant Manajemen atau Pengelola Pabrik yang dirasa merugikan karyawan.

Delapan tuntutan itu, Pertama gantungan gaji yang diberlakukan kepada seluruh karyawan. Harusnya hanyalah karyawan baru yang mendapatkan kebijakan ini, dikarenakan karyawan lama sudah menerima kebijakan ini diawal masuk kontrak kerja.

Yang kedua, kejelasan status serta saldo mutlak akumulatif BPJS setiap karyawan yang bisa dibuktikan secara resmi dengan perincian detail.

"Ketiga pemberlakuan tukar jam kerja pada hari libur atau tanggal merah,kami tidak setuju dengan kebijakan tersebut," kata salah satu karyawan Depo AMDK Cleo yang minta kepada SuaraBanyuurip.com agar namanya tidak disebutkan dalam berita.

Selanjutnya yang keempat, perihal Lembur kerja 7 jam yang hanya disetujui 3 jam karena kerusakan mesin. Kelima karyawan juga menyoroti, ketika karyawan mengalami kecelakaan kerja meminta izin untuk libur dengan surat dokter namun tidak terbayarkan per hari.

Keenam menolak arogansi Plant Manager serta meminta attitude yang sesuai. Ketujuh mengenai penormalan jam kerja selama 8 jam kerja, mulai pukul 07.00 – 15.00 WIB. Kedelapan yaitu mengenai pemotongan gaji akibat telat finger (absensi) dan diberlakukan surat peringatan (SP).

"Kalau pemberlakuan SP jangan memotong gaji karyawan, jika potong gaji maka jangan berlakukan SP," tandasnya.

Dikonfirmasi perihal delapan tuntutan karyawan Cleo, Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad, membenarkan adanya hal tersebut. Ia menyebutkan, kedua belah pihak telah terjadi kesepakatan melalui mediasi yang dibantu Polsek Dander dan Pemdes Kunci.

"Tadi sudah dibantu dimusyawarahkan antara pihak perusahaan dengan karyawan, dan sudah ada beberapa hal yang disepakati," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.(fin)

Kredit

Bagikan