Didampingi Kuasa Hukum, Carrine Irawan Datangi Polres Bojonegoro

user
samian 23 Mei 2022, 22:35 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah, bakal berlanjut. Pasalnya, dalam perkara ini Bupati Anna juga dilaporkan oleh Carrine Irawan Kumalasari, putri sulung Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto.

Didampingi kuasa hukum, Muhammad Sholeh dan rekan, Carrine Irawan Kumalasari bersama Wabup Budi Irawanto datang ke Polres Bojonegoro guna menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh Bupati Anna Mu'awanah dalam satu grup WhatsApp beberapa bulan lalu.

"Setelah kami berdiskusi dengan pihak Reskrim Polres Bojonegoro, hasilnya kami tidak perlu membuat laporan baru," kata Kuasa Hukum Carrine Irawan, Muhammad Sholeh, kepada SuaraBanyuurip.com di Mapolres Bojonegoro, Senin (23/05/2022).

Dijelaskan, bahwa tidak perlunya ada laporan baru karena dahulu Carrine sudah pernah melapor dengan dugaan pelanggaran Undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 311  KUHP. Dan sudah diperiksa Polisi meskipun saat itu belum dikeluarkan LP (Laporan Polisi).

"Maka akhirnya disepakati, ya sudah kami memakai (laporan) yang dulu. Tinggal nanti kami janjian untuk kami dampingi (Carrine) tambahan pemeriksaan sebelum dikeluarkan LP yang dulu itu," jelasnya.

Pria yang berprofesi advokat sejak 2001 ini berharap, agar kasus ini tidak dipindah ke Polda Jatim. Karena pada prinsipnya perkara ini konsentrasinya ada pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dinilai bukan sebagai perkara yang sulit.

"Paling tidak, dengan tidak melimpah ke Polda Jatim, tidak akan merepotkan para saksi saat pemeriksaan," tandasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana Akbar Ramdhani mengatakan, tujuan awal pelapor Carrine Irawan bersama kuasa hukum dan Wabup Bojonegoro adalah menanyakan perkembangan perkara.

"Dan memang perkara tersebut saat ini prosesnya masih berjalan, yang akan kami gelarkan ditingkat Polda. Karena memang (gelar di Polda) sesuai petunjuk pembina fungsi kami di Reskrim. Untuk jadwal gelar, kami akan koordinasikan lebih lanjut ke Polda," ujarnya.

Terkait untuk memberdirikan laporan perkara baru, mantan Kasatreksrim Polres Kediri ini menjelaskan, bahwa laporan Carrine yang kini sedang berjalan sudah ada ranah pidananya. Yaitu mempersangkakan pasal 311 KUHP subsider UU ITE.

"Pada saat ini dua-duanya laporan dengan dua sangkaan itu sedang berjalan. Yang bisa memutuskan nanti adalah Bapak Pimpinan gelar. Yakni Direktur Reserse (Polda). Nanti perkembangan akan segera kami informasikan," jelasnya.

"Perihal gelar ditingkat Polda, menimbang kapasitas sebuah perkara berpotensi menjadi sorotan publik atau menjadi kasus menonjol, terkait subyek pelapor atau obyek yang dilaporkan," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan