Wabup Riyadi : Jadikan Harkitnas untuk Bangkit dari Pandemi

user
teguh 20 Mei 2022, 19:50 WIB
untitled

Krisis multidimensi, dan pandemi Covid 19 yang melanda hampir seluruh negara, masih menjadi problem secara global. Oleh karena itu Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) tahun 2022, diharapkan menjadi momen kebangkitan dari dua problema tersebut.

"Harkitnas jangan dimaknai seremonial saja, tapi jadikan  tonggak kebangkitan dari pandemi Covid-19, dan krisis multidimensi yang sedang melanda dunia," tegas Wabup Tuban, Jatim, H Riyadi SH, saat menjadi Inspektur Upacara Harkitnas 2022 di pelataran Pemkab Tuban, Jumat (20/05/2022).

Di hadapan peserta upacara diantaranya dari unsur Forkopimda, Sekda Tuban Dr Budi Wiyana bersama jajaran Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, pimpinan OPD, dan perwakilan organisasi pemuda dan mahasiswa, Kang Riyadi begitu pria ramah ini akrab disapa menambahkan, secara nasional penanganan Covid 19 kian membaik dan berimplikasi pada pulihnya aktivitas masyarakat.

"Secara perlahan, hal ini mendorong pemulihan ekonomi secara nasional yang tumbuh sebesar 5,01 persen," paparnya membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate.

Terkait itu pula, lelaki berperforma sederhana yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan masyarakat Bumi Ranggalawe ini berpesan, agar warga tetap bekerja keras dan bersinergi menjaga, mempertahankan, dan meningkatkan perekonomian nasional.

Peringatan Harkitnas, bagi anak petani asal Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Tuban itu, merupakan momentum untuk merefleksi lahirnya perkumpulan Budi Utomo pada 114 tahun silam.

Wikipedia.org berbahasa Indonesia mengunggah, organisasi pemuda, dalam ejaan van Ophuijsen disebut Boedi Oetomo, itu didirikan oleh Soetomo dan mahasiswa School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Penggagasnya adalah Wahidin Sudirohusodo.

Budi Utomo, tambah Kang Riyadi, menjadi organisasi berideologi nasional yang mempelopori terciptanya pergerakan di masa berikutnya. Semangatnya masih relevan untuk dikontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini.

“Kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa, untuk memperkuat persatuan dan kesatuan,” pungkas Kang Riyadi. (tbu)

Kredit

Bagikan