Hasil Penelitian, Ngasem Kecamatan Terpanas di Bojonegoro

user
samian 20 Mei 2022, 11:33 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Hasil riset atau penelitian perubahan suhu yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) tahun 2021 menempatkan Kecamatan Ngasem sebagai kecamatan terpanas di Kabupaten Bojongoro, Jawa Timur.

Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati mengatakan, data hasil pengukuran suhu pada dua bulan terpanas yaitu Agustus dan September 2021 dari lima kecamatan yang menjadi lokasi penelitian di Bojonegoro, Kecamatan Ngasem menunjukkan sebagai kecamatan dengan suhu yang paling panas.

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data variasi suhu harian disebut Thermo Higro Logger ditempatkan di Kecamatan Bojonegoro Kota, Ngasem, Gayam, Dander, dan Baureno.

Data kemudian diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik, menunjukkan kondisi suhu setiap jam pada bulan Agustus dan September. Rata-rata di lima kecamatan kenaikan suhu bulan Agustus dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Kondisi panas ini berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Puncak suhu paling panas terjadi pada pukul 13.00 WIB.

"Hal itu berbeda dengan bulan September, meski suhu panas sama-sama mulai naik sejak pukul 10.00 WIB, tetapi puncak paling panas terjadi pada pukul 12.00 WIB," kata Dosen Ilmu Lingkungan Unigoro kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (20/05/2022).

Dari lima titik lokasi penelitian, diketahui titik terpanas ada di Kecamatan Ngasem. Disusul kemudian beririsan wilayah terdekat yaitu Dander, Kalitidu, dan Trucuk.

"Suhu maksimum rata-rata terjadi di Ngasem, dibawahnya ada Dander, kemudian Baureno, Bojonegoro, dan Gayam," ujarnya.

Perempuan peneliti ini menjelaskan, suhu tertinggi Ngasem pada bulan Agustus 2021 berada di kisaran lebih dari 37 derajat celcius. Yang kemudian meningkat mencapai 38 derajat celcius pada Bulan September 2021.

Begitu pula angka kelembaban yang berbanding terbalik dengan kenaikan suhu juga terjadi di Kecamatan Ngasem. Sementara, daerah yang paling sejuk berada di Kecamatan Kasiman, Purwosari, dan Padangan.

Kenaikan suhu secara umum di Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya, disebabkan oleh 8 faktor. Yakni Peningkatan luasan lahan terbuka, tutupan vegetasi berkurang, peningkatan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), faktor geografis, faktor geologi, kenaikan suhu global, keberadaan industri, dan peningkatan aktivitas manusia.

Ditambahkan, selama rentang waktu pengamatan juga tercatat bahwa anomali iklim berpengaruh terhadap perubahan suhu. Jenis anomali yang dimaksud adalah El Nino dan La Nina.

"El Nino berpengaruh terhadap perubahan suhu menjadi lebih panas. Sedangkan La Nina membuat suhu bumi lebih dingin dari biasanya," imbuhnya.(fin)

Kredit

Bagikan