LPPM Unigoro Sebut Per Tahun Suhu di Bojonegoro Naik

user
samian 19 Mei 2022, 19:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengungkapkan, bahwa terjadi kenaikan suhu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dan sekitarnya.

"Rata-rata kenaikan suhu di Bojonegoro 0,15 derajat celcius per tahun," kata Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati, dalam kegiatan Diseminasi "Hasil Penelitian Perubahan Suhu di Wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Nganjuk, Jawa Timur, dan Blora, Jawa Tengah, Tahun 2021", di Hall Suyitno Unigoro, Kamis (19/05/2022).

Dosen Ilmu Lingkungan di Unigoro ini menyampaikan, pihaknya melakukan riset dilatarbelakangi oleh kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai suhu berdasarkan riset ilmiah. Penelitian itu merupakan penelitian lanjutan menggunakan wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

Disebutkan, ada dua tujuan dalam penelitian. Pertama, mengkaji dan menganalisis tren peningkatan suhu di Kabupaten Bojonegoro dan kabupaten sekitar, berdasarkan data citra satelit.

Sedangkan tujuan kedua ialah memantau dan menganalisis variasi suhu harian di Kabupaten Bojonegoro pada musim kemarau 2021, berdasarkan pengukuran lapangan.

Dijelaskan, metode analisis perubahan suhu berdasarkan data citra satelit. Rentang waktunya sejak 1994-2020 di musim kemarau (Juli-September). Sumbernya berasal dari data citra satelit Landsat 5,7, dan 8 serta citra Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (Modis).

Sementara, metode analisis variasi suhu harian menggunakan alat yang disebut Thermo Higro Logger. Alat itu mengambil data suhu setiap 10 menit mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Pemasangan alat berlokasi di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Ngasem, Gayam, Dander, Bojonegoro, dan Baureno.

"Thermo Higro Logger dipasang pada ketinggian 150 centimeter dari permukaan tanah, di tanah datar yang berumput, dan jauh dari pohon besar dan gedung," jelas pengajar di Fakultas Science dan Teknik Unigoro ini.

Hasil penelitian LPPM Unigoro ini menunjukan, yakni suhu rata-rata pada musim kemarau di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan sekitarnya mengalami tren kenaikan sebesar 0,15 derajat celcius per tahun. Variasi suhu tinggi-rendah antar tahun berkaitan erat dengan sirkulasi global yaitu El Nino Southern Oscillation (ENSO).

"Distribusi suhu per jam di Kabupaten Bojonegoro memperlihatkan pola wilayah bagian tengah-selatan memiliki suhu lebih tinggi dan kelembaban lebih rendah. Akan tetapi variasi suhu rata-rata antar lokasi tidak terlalu besar," paparnya.

Hadir dalam acara, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sejumlah LPPM Universitas sekitar, serta para mahasiswa setempat.(fin)

Kredit

Bagikan