Sambut 20 Tahun Hari Buku Nasional, FTBM Bojonegoro Gelar Bancaan Buku

user
samian 16 Mei 2022, 22:31 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Dalam rangka menyambut 20 tahun Hari Buku Nasional, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Bojonegoro menggelar acara "Bancakan Buku", Senin (16/05/2022) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Pondok Pinang 26B Bojonegoro, Jawa Timur, itu sekaligus menandai peluncuran Kesatrian Literasi. Suasana gayeng dan penuh keakraban terjalin dalam kesederhanan diantara para hadirin.

Hadir dalam acara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadin) Perspustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Kabupaten Bojonegoro, Agus Purwanto, Ketua FTMB Bojonegoro, Bangun Setyawan Nugroho, Ketua FTMB Jatim, Imam Mukhlas, dan diikuti puluhan pegiat literasi setempat.

Dalam sambutannya, Plt Kadin Perpusip Bojonegoro, Agus Purwanto, meminjam istilah dari dunia penerbangan untuk menggambarkan kondisi literasi yang ada di Bojonegoro sebagai jet lag. Hal itu diibaratkan bahwa literasi masih sebagai ide di langit yang ketika menapak di bumi diterima secara mengagetkan oleh masyarakat.

"Dalam istilah jawa bisa dikatakan masyarakat masih gumunan terhadap literasi," katanya.

Pria asli Kediri ini mendukung penuh adanya upaya FTBM dalam penguatan literasi di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia ini.

"Dalam kemajuan teknologi saat ini, kita dituntut untuk digitalisasi literasi. Kalau saya pegang Perpusip saat ini digitalisasi ada di Kecamatan Kota, Kapas, Dander, dan Kalitidu," ujarnya.

Agus berharap, FTBM Bojonegoro bisa bergerak secara bersama-sama dengan pemerintah dalam membuat pemerataan literasi.

"Demi memperkecil kesenjangan antar wilayah di Bojonegoro," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua FTBM Bojonegoro, Bangun Setyawan Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar untuk menandai momentum 20 tahun Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei.

"Kebetulan FTBM Bojonegoro ini sedang membuat spot baru yakni Kesatrian Literasi. Agar gerakan literasi ini bisa berlangsung secara sustain, dan menerapkan juga salah satu dari enam literasi dasar," ucapnya.

Dijelaskan, dalam data FTBM tercatat ada sekira 154 taman baca di Bojonegoro. Salah satu tantangan yang mengemuka dari taman baca tersebut yakni bagaimana pengelolanya mampu memandirikan diri dan taman bacanya.

"Jangan sampai ngomong literasi tapi tidak sejahtera. Gagasan ini yang coba kita usung melalui tempat yang kami namai Kestarian Literasi ini. InsyaAllah Bulan Juni sudah mulai beroperasi," tandasnya.

Seremoni kegiatan ditandai secara simbolis dengan membuka susunan buku yang dibentuk kerucut menyerupai tumpeng secara bersama-sama.(fin)

Kredit

Bagikan