Kuasa Hukum Wabup Yakini Bupati Anna Lakukan Dugaan Pencemaran Nama Baik

user
samian 20 April 2022, 16:12 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kembali menggelar sidang praperadilan berkaitan dengan surat pemberitahuan penghentian penyelidikan yang diterbitkan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) atas peristiwa hukum pencemaran nama baik yang disinyalir dilakukan oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah terhadap wakilnya Budi Irawanto, Rabu (20/04/2022).

Kuasa Hukum Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Budi Irawanto, Muchammad Sholeh and Partners meyakini, bahwa Bupati Bojonegoro Anna Muawanah telah melakukan tindakan dugaan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

Hal itu dikemukakan Muchammad Sholeh usai sidang praperadilan kedua yang digelar di ruang sidang Tirta 1 PN Surabaya, dan pihak Polda Jatim sebagai termohon dinilai tidak siap menghadapi gugatan pemohon.

"Pihak Polda Jatim tidak siap menghadapi permohonan gugatan praperadilan atas kasus dugaan pencemaran nama baik yang disinyalir dilakukan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah terhadap Wabup Budi Irawanto, yang telah dihentikan proses penyelidikanya," kata Kuasa Hukum Wabup Budi Irawanto, Muchammad Sholeh kepada sejumlah awak media.

Ketidaksiapan itu, menurut Sholeh, terlihat dari belum adanya jawaban terhadap agenda gugatan pemohon. Alasan pihak termohon yang disampaikan kepada Hakim Darwanto yang menangani perkara inipun dianggap tidak lazim. Karena pihak Polda Jatim berdalih khawatir akan ada perbaikan gugatan.

"Kalaupun ada perbaikan itu menunjukan penggugatnya belum siap. Sedangkan sejak awal kami menyatakan sudah siap, karena permasalahan ini sudah gamblang. Bahkan tidak membutuhkan argumen yang sulit," ujarnya.

Pria yang karib disapa Cak Sholeh ini menegaskan, tidak akan ada perbaikan gugatan. Sebab kalimat yang dilontarkan oleh Bupati Bojonegoro kepada wakilnya melalui chat grup whatsapp tersebut diyakini sudah memenuhi unsur pidana.

"Masalah ini sudah jelas. Dimana kita tetap meyakini kata-kata dari Bupati Bojonegoro terhadap klien kami sudah memenuhi unsur pidana pencemaran nama baik," tegasnya.

Untuk diketahui, sidang gugatan praperadilan sebelumnya sempat ditunda selama sepekan karena pihak tergugat tidak hadir di sidang pertama, yakni tanggal 13 April 2022 lalu.

Sementara pada sidang kedua ini dikarenakan pihak termohon yang hadir di persidangan belum menyiapkan jawaban terhadap pemohon, Hakim Darwanto memutuskan menunda sidang sampai dengan Jum'at, 22 April 2022 dengan agenda pembuktian dan pemeriksaan saksi.(fin)

Kredit

Bagikan