Ega Ayu Nawang Terancam 4 Tahun Penjara

user
samian 07 April 2022, 14:29 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Tersangka dugaan kasus penipuan atau penggelapan investasi bodong dan arisan online, Ega Ayu Nawang Aulia, terancam ganjaran hukuman 4 tahun penjara. Pemudi berusia 20 tahun tersebut berhasil diamankan Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Bojonegoro, Polda Jawa Timur, di daerah Jawa Tengah.

"Ega Ayu berhasil ditangkap di Magelang, Jawa Tengah," kata Kapolres Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad saat konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (07/04/2022).

Diketahui Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus tipu gelap tersebut berada di Salon EG Beauty Jalan Lettu Suwolo Bojonegoro. Sampai saat ini sebanyak 5 korban telah melaporkan perkara tersebut ke Polres Bojonegoro. Tiga ora warga Bojonegoro, dan dua orang warga Tuban.

Kronologinya, sekitar bulan Januari 2022, salah satu pelapor Efrin Desyana Herawati mengetahui tersangka menawarkan investasi melalui telepon dan story whatsapp. Persyaratan yang harus dipenuhi yaitu berupa tanda tangan perjanjian investasi bermeterai Rp.10.000 dan membayar biaya administrasi sebesar Rp.100.000.

"Setelah itu dilanjutkan melakukan transaksi penyetoran dana investasi maksimal pukul 17.00 WIB," ujar AKBP Muhammad.

Sebagaimana dijelaskan oleh pelapor, pada tanggal 4 Januari 2022 pelapor mulai mengikuti investasi dengan nominal sebesar Rp5 juta. Ditunggu selama 30 hari kemudian, dana milik pelapor dikembalikan oleh terlapor EANU sebesar Rp.7 juta.

Selanjutnya, pelapor kembali melakukan investasi dengan nominal sama dengan investasi pertama sebesar Rp5 juta yang dikembalikan oleh terlapor sebesar Rp6,2 juta dalam waktu 20 hari.

Berdasar pengalaman dua kali transaksi yang lancar tersebut pelapor berkeyakinan bahwa investasi tersebut amanah dan menjanjikan. Sehingga pada tanggal 5 Februari 2022 pelapor meningkatkan nominal investasi kepada terlapor menjadi Rp10 juta. Pelapor kemudian mendapatkan uangnya kembali beserta keuntungannya.

Kemudian pada 8 Februari 2022 pelapor meningkatkan lagi investasi sebesar Rp10 juta dengan mengambil dua slot. Setelah menunggu 25 hari pelapor mendapatkan Rp13,5 juta dari tiap slotnya.

Tanggal 27 Februari 2022 pelapor melakukan investasi lagi sebesar Rp10 juta. Selang 10 hari kemudian investasi itu kembali kepada pelapor sebesar Rp12,5 juta.

"Dari kegiatan investasi yang diikuti pelapor sejak 4 Januari 2022 hingga 27 Februari 2022 yang lancar itulah membuat pelapor mengikuti investasi dengan nominal yang lebih besar," ucap perwira lulusan Akpol 2003.

Berikutnya, tanggal 1 Maret 2022 Ega Ayu membuat story Whatsapp berisi promosi investasi nominal Rp30 juta yang dikembalikan selama 20 hari sebesar Rp45 juta. Namun dibatasi hanya buka tiga slot saja.

Karena tergiur dengan promosi tersangka, pelapor lalu menyetorkan investasi sebesar Rp30 juta melalu transfer tanggal 6 Maret 2022. Pelapor kemudian menambah investasi lagi sebesar Rp20 juta tanggal 22 Maret 2022 yang akan dikembalikan selama 10 hari sebesar Rp27 juta. Pelapor juga mengikuti investasi member card khusus sebesar Rp 5 juta yang disebut akan cair tanggal 27 Maret 2022 sebanyak Rp7 juta.

Namun, hingga tanggal jatuh tempo pengembalian 27 Maret 2022 pelapor belum menerima pengembalian dari tiga investasi yang disetorkan. Pelapor berupaya menghubungi tersangka melalui sambungan telepon selular maupun whatsapp tetapi nomor tersebut tidak dapat dihubungi.

"Dari situ pelapor kemudian menyadari telah terjadi dugaan penipuan," terang AKBP Muhammad.

Total kerugian hingga saat saat ini ditaksir Rp260 juta. Atas perbuatannya tersangka disangkakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 4 tahun penjara.(fin)

Kredit

Bagikan