Begini Kondisi Jalan yang Sebabkan 2 Guru TK di Bojonegoro Meninggal Ditabrak Tronton

user
nugroho 04 April 2022, 23:19 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro -  Dua Guru TK Dharma Wanita Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur meninggal dunia tertabrak tronton di Jalan Nasional Bojonegoro - Cepu, Sabtu (2/4/2022) lalu, pukul 19.45 Wib. Kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi diduga karena kondisi jalan menyempit dan bergelombang, serta minimnya lampu penerangan jalan.

Kedua guru tersebut adalah Tutut Rindiawati (52), dan Tutik Atminengseh (47). Keduanya warga Desa/Kecamatan Kedewan.

Kapolsek Kalitidu, AKP Harjo menjelaskan kronologis kecelakaan tersebut. Peristiwa tragis itu bermula saat Tutut mengendarai  motor Honda Supra X Nopol S-2655-DT berboncengan dengan Tutik melaju dari arah timur dalam kondisi hujan deras.

Sesampainya di lokasi kejadian yakni turut Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, lanjut kapolsek, korban diduga tidak mengetahui adanya penyempitan jalan sehingga motor yang dikemudikan keluar dari badan jalan.

Kemudian korban berusaha mengembalikan laju kendaraannya ke badan jalan. Namun karena saat itu kondisi hujan dan jalan lincin, sehingga membuat korban terjatuh ke sebelah kanan. Saat bersamaan melaju dari arah barat - bukan menyalip truk tronton dari arah kiri seperti yang diberitakan sebelumnya - sebuah truk tronton Nopol K-8862-CS yang dikemudikan oleh Satriyo Nur Rudin (27), warga RT 004 RW 001 Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Sehingga tabrakan tidak terelakkan. Kedua korban tertabrak truk tronton. Akibat kecelakaan itu, Tutut meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara rekannya, Tutik meninggal di Rumah Sakit Aisiyah Kalitidu.

"TKP-nya persis di sebelah baratnya jalan yang menyempit. Korban kemungkinan tidak tahu kalau dari arah Timur jalan itu menyempit dan bergelombang. Apalagi saat itu kondisi hujan deras, dan di lokasi itu minim penerangan jalan," tutur Kapolsek kepada suarabanyuurip.com, Senin (4/4/2022).

AKP Harjo mengungkapkan ada beberapa titik di sepanjang jalan Nasional Bojonegoro - Padangan di wilayah Kalitidu yang minim penerang dan kerap terjadi kecelakaan. Yakni mulai Desa Sukoharjo sebelah timur, jembatan bercabang Kalipang Desa Leran, barat Bakso Pak Gendut, dan perempatan Pumpungan.

Salain itu, lanjut kapolsek, Desa Mojosari sebelum Makam, Desa Mayangrejo, dekat SPBU Panjunan, dan jalan menyempit Desa Talok.

"Semua titik itu sudah kami inventarisir dan laporkan ke Dinas Perhubungan agar dipasang lampu penerangan jalan dan rambu-rambu lalu lintas. Sebab minimnya penerangan jalan, rambu-rambu dan kondisi jalan bergelombang juga menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas," pungkas mantan Kapolsek Gayam itu.(suko)



Kredit

Bagikan