Polres Bojonegoro Cari Terduga Pelaku Investasi Bodong

user
samian 04 April 2022, 14:24 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Terduga kasus penipuan dan penggelapan via arisan online dan investasi bodong, Ega Ayu Nawang Aulia (22) kini masih dalam proses pencarian Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Polda Jawa Timur. Pelaku dilaporkan tidak diketahui keberadaanya dan tidak bisa dihubungi oleh para korban sejak 26 Maret 2022.

"Terduga pelaku Ega Ayu Nawang Aulia masih dalam proses pencarian. Kami mohon waktu, kami tahu korbannya begitu banyak, kami lakukan upaya semaksimal mungkin," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminial (Kasatreskrim) Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Girindra Wardana Akbar Ramdhani kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (04/04/2022).

Menurut mantan Kasatreskrim Polres Kediri ini, masalah penipuan dan penggelapan tidak hanya terjadi di wilayah Bojonegoro. Bahkan sudah seperti menjamur di wilayah lain. Kendati, Satreskrim tetap melakukan upaya maksimal dalam mengungkap kasus tersebut.

"Saat ini masih posisi lidik (penyelidikan). Kami mohon doa restunya agar bisa menemukan titik terang," ujarnya.

Dijelaskan, dalam proses lidik yang sedang berjalan, sementara tengah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dari pihak pelapor. Selain itu juga terus dilakukan pengembangan perkara bagaimanapun caranya hingga tercapai kejelasan.

"Kami himbau masyarakat waspada dan hati-hati terhadap berbagai modus penipuan. Modus penipuan pasti berkembang. Jangan mudah terbujuk rayu penipuan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 16 orang mendatangi Polres Bojonegoro, Selasa (29/03/2022). Ke 16 orang tersebut mengaku menjadi korban investasi bodong dan arisan online di Bojonegoro, Jawa Timur, dengan mengalami kerugian miliaran rupiah. Kedatangan mereka guna melaporkan dugaan kasus penipuan yang menimpanya. Diduga, pelaku inisial EANU selaku pengelola investasi dan arisan online.

Salah satu korban investasi yang disinyalir investasi bodong, Everin mengaku, ia ikut arisan dan investasi sejak tahun 2020 dan tidak mempunyai kecurigaan jika nantinya akan terjadi penipuan seperti yang dialaminya saat ini. Sebab selama ini jika ia menang dalam arisan transfer uang selalu lancar.

"Tetapi sejak tanggal 26 Maret 2022, EANU ini sudah tidak bisa dihubungi dan keberadaanya juga tidak diketahui. Kerugian saya Rp90an juta," katanya kepada SuaraBanyuurip.com.(fin)

Kredit

Bagikan