Pemdes Kalianyar Belum Tahu Lokasi Pasti Pembangunan Tol Ngarobat di Desanya

user
nugroho 15 Maret 2022, 22:34 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Kalianyar belum tahu rencana lokasi pembangunan Jalan Tol Ruas Ngawi-Bojonegoro-Babat (Ngarobat) yang melewati desanya. Sebab, saat ini Pemdes Kalianyar belum mendapat sosialisasi lebih lanjut dari pemkab maupun konsultan.

Kepala Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Ibnu Ismail mengatakan, sampai saat ini belum tahu lokasi jalur yang direncanakan dilewati pembangunan jalan tol di Kalianyar.

"Sampai saat ini belum tahu lokasi jalur jalan tol yang akan melewati Desa Kalianyar. Kades di desa lain di Kecamatan Kapas seperti Desa Wedi, Sukowati, Mojodeso, dan Plesungan juga belum tahu lokasi jalurnya di mana," kata Ibnu sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, baru sekali mendapat sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terkait pembangunan jalan tol ini. Yakni waktu di Pendopo Malowopati bersama konsultan dan kades dari desa lain yang akan terdampak pembangunan.

Menurut dia, tidak mempermasalahkan terkait pembangunan Jalan Tol Ngarobat ini selama untuk perkembangan perekonomian masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang terdampak.

"Juga terutama bagi tanah warga yang nantinya terdampak harus ada ganti ruginya dan sesuai kesepakatan. Karena Desa Kalianyar tidak dilewati jalur Solo Valley," katanya Selasa (15/3/2022).

Dia mengatakan, perkembangan daerah tentu ditunjang dengan infrastruktur yang baik serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, dalam pembangunan harapannya warga lokal diprioritaskan untuk berkerja di proyek tersebut.

"Tentu kami juga tidak bisa asal mengiyakan semua tetap dengan hasil musyawarah. Harapan kami tidak ada warga yang dirugikan dan diprioritaskan warga kami bisa ikut kerja dalam proyek tersebut," katanya.

Sebelumnya, Tim Teknis Perwakilan Kementerian PUPR, Ridwan Hoesin mengatakan, jalan tol ruas Ngarobat yang akan dibangun memiliki panjang 116,78 Km di atas lahan solo valley. Jumlah desa di Bojonegoro yang akan dilewati sebanyak 69 desa tersebar di 16 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, Kapas, Bojonegoro, Dander, Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, Tambakrejo, Padangan, Ngraho, dan Margomulyo.

"Namun jumlah desa ini masih bisa berubah. Sebab, perencana pembangunan jalan tol ini masih dalam studi kelayakan," ujarnya saat Konsultasi Publik di Pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Dijelaskan jalan tol ruas Ngarobat ini akan menghubungkan jalan tol ruas Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar.

"Nantinya, jalan tol ini juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya Gresik. Sehingga, Tol Ngarobat akan berfungsi sebagai jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara," pungkasnya.(jk)

Kredit

Bagikan