Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Kunjungi Korban Migor Curah Palsu

user
samian 09 Maret 2022, 19:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Terjadinya peristiwa dugaan penipuan minyak goreng (migor) curah palsu yang menimpa Fatimah, warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengundang reaksi keprihatinan Wakil Ketua DPRD setempat, Sukur Priyanto.

Petinggi Partai Demokrat Bojonegoro tersebut langsung berkunjung ke rumah Fatimah, pedagang tahu yang menjadi korban dugaan penipuan migor curah palsu, di Jalan Letda Suraji, RT 02/ RW 03, Kelurahan Ledok Kulon, Rabu (09/03/2022).

"Persoalan migor ini sebetulnya persoalan nasional ya. Masyarakat memang sangat membutuhkan. Bahkan terbukti dengan langkanya migor ini ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi melalui cara yang sangat kita sayangkan," katanya kepada SuaraBamyuurip.com.

Berkenaan hal itu, Sukur mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan lebih berhati-hati saat hendak membeli minyak goreng curah. Agar kejadian serupa yang dialami oleh korban Fatimah tidak terulang kembali.

"Saya imbau kepada masyarakat, harus betul-betul diteliti kalau akan membeli minyak goreng curah. Karena ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk berbuat kejahatan di tengah kelangkaan minyak goreng," tandasnya.

Dalam kunjungannya, selain melihat migor palsu yang dioplos air, Sukur juga memberikan bantuan berupa sejumlah minyak goreng dalam kemasan kepada Fatimah. Serta melakukan aksi borong tahu goreng yang kemudian dibagikan kepada khalayak.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah mengenai peristiwa dugaan tindak pidana penipuan migor curah, Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad menyampaikan, bahwa kejadian tersebut sedang diproses oleh Satuan Reserse dan Kriminal.

"Tadi anggota sudah turun ke kediaman korban," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, langkanya minyak goreng (migor) di tengah kebutuhan masyarakat meningkat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat jahat. Sejumlah pelaku usaha produsen tahu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran empuk mereka beraksi kejahatan.

Fatimah salah satu diantaranya yang ditengarai tertipu migor curah palsu berisi oplosan sedikit minyak dicampur air. Warga Jalan Letda Suraji, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, yang sehari hari bekerja sebagai pedagang tahu goreng di Pasar Babat ini mengaku menderita kerugian senilai Rp1,7 juta untuk 120 kilogram migor palsu yang dia beli.(fin)

Kredit

Bagikan