Beli Migor Curah Palsu, Pedagang Tahu Bojonegoro Lapor Polisi

user
samian 09 Maret 2022, 17:03 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Langkanya minyak goreng (migor) di tengah kebutuhan masyarakat meningkat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat jahat. Sejumlah pelaku usaha produsen tahu di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sasaran empuk mereka beraksi kejahatan.

Fatimah salah satu diantaranya yang ditengarai tertipu migor curah palsu berisi oplosan sedikit minyak dicampur air. Warga Jalan Letda Suraji, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, yang sehari hari bekerja sebagai pedagang tahu goreng di Pasar Babat ini mengaku menderita kerugian senilai Rp1,7 juta untuk 120 kilogram migor palsu yang dia beli.

"Saya terkejut sampai mau pingsan, saat menuangkan isi jerigen. Isinya ternyata air, ada minyaknya sedikit," ungkapnya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (09/03/2022).

Perempuan berusia 57 tahun ini menjelaskan, ihwal mendapatkan migor palsu tersebut. Sejatinya, migor curah palsu yang ia terima diperuntukkan oleh si penjual bukan kepada dirinya. Melainkan untuk pedagang tahu lain yang saat itu sedang libur, Selasa (07/03/2022) kemarin.

Ketika itu penjual migor palsu menawarkan migor curah palsu tersebut ke toko kelontong sekitar rumah korban. Karena toko dimaksud tidak membeli migor curah, terduga pelaku diarahkan ke penjual tahu terdekat. Pelaku lantas mencari pedagang tahu inisial M ke Pasar Babat.

"Saat itu pelaku itu tanya, kenal sama mbak M apa tidak, saya punya 4 jerigen minyak goreng curah untuk mbak M. Karena saya juga butuh, dan mbak M nggak ada, akhirnya saya beli. Saya percaya saja, karena saya kira pesanan mbak M," jelasnya.

Waktu itu pelaku sempat memperlihatkan contoh migor. Fatimah menganggap migor yang diperlihatkan ketika itu asli. Sehingga ia kemudian membayar kepada pelaku sebanyak Rp1.750.000 untuk 4 jerigen migor. Pelaku kemudian pergi seraya berkata akan mengambil jerigen itu esok harinya.

Fatimah baru mengetahui migor tersebut berisi air dicampur minyak setelah menuangkan isi jerigen kapasitas 30 Kg itu ke dalam bak setibanya di rumah. Karena migor tersebut sangat ia butuhkan untuk menggoreng tahu yang dihasilkan dari 1,3 kuintal kedelai setiap hari.

"Pagi tadi saya laporkan penipuan yang saya alami ke Polsek Babat," tuturnya.

Sementara itu, dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan Whatsapp perihal dugaan tindak pidana penipuan migor curah, hingga berita ini diterbitkan Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana belum memberikan keterangan.(fin)

Kredit

Bagikan