Polda Jatim Periksa PPK Dinas Perdagangan Bojonegoro Soal Pembangunan Pasar Hewan

user
nugroho 08 Maret 2022, 23:54 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim akan memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro. Surat pemanggilan sudah dilayangkan 2 Maret 2022 lalu.

Pemanggilan ini untuk meminta keterangan dan data atau dokumen terkait dugaan korupsi pembangunan pasar hewan tahun anggaran 2021.

Informasi itu berdasar Surat pemanggilan Ditreskrimsus Polda Jatim bernomor B/S RES.3.5./2022/Ditreskrimsus, perihal permintaan keterangan dan data atau dokumen. Surat dilayangkan ke PPK Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.

Dengan rujukan Pasal 13 huruf b Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; Pasal 41 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang.

Juga, Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan Dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi; Laporan/pengaduan masyarakat tanggal 28 Januari 2022; e: Surat Perintah Tugas Nomor: Sprin.Gas/965 /RES.3.5./2022/Ditreskrimsus tanggal 2 Maret 2022.

Unit I SubditIII Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim sedang melakukan pemeriksaan terhadap laporan atau pengaduan masyarakat terkait dugaan tindak pidana korupsi. Yakni paket pekerjaan Pembangunan Pasar Hewan Kabupaten Bojonegoro pada Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Bojonegoro tahun anggaran 2021.

Sesuai jadwal, PPK Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro dimintai keterangan pada Senin (7/3/2022) pukul 09.00 WIB.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com belum memonitoring terkait pemeriksaan tersebut.

"Saya belum monitoring," katanya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (8/3/2022).

Wabup Temukan Ketidaksesuaian Pembangunan

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Budi Irawanto mengaku tidak kaget dengan kabar penyelidikan dugaan korupsi Pasar Hewan di Desa Kedungbondo yang sedang diselidiki Polda Jatim. Sebab dirinya menemukan ketidaksesuaian dalam perencanaan hingga pembangan pasar tersebut saat melakukan inspeksi mendadak beberapa waktu lalu.

"Saya sudah pernah sidak ke lokasi. Banyak temuan, bangunan yang tidak sesuai spesifikasi dari pengakuan pedagang sapi. Sehingga tidak maksimal dalam pemanfaatannya," ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahun 2022 itu.

Atas temuan itu, wabup menyatakan telah memberikan rekomendasi hasil sidak kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi yakni Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro untuk segera memperbaiki lagi sesuai kebutuhan pedagang. Di antaranya baduk (akses naik turunnya sapi) terlalu tinggi, besi pembatas terlalu kecil, fasilitas pendukung seperti ketersediaan air bersih di kamar mandi kurang.

"Karena anggaran untuk pembangunan pasar ini cukup besar dan menggunakan uang negara jadi sudah wajar jika aparat penegak hukum menindaklanjutinya," tegasnya.

Untuk diketahui, pembangunan pasar hewan di Jalan Raya Bojonegoro - Surabaya tepatnya di Desa Kedungbondo tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2021 dengan pagu Rp4,8 miliar dan dimenangkan oleh PT Permata Anugerah Yala Persada yang beralamat di jalan Gayungsari Barat No. 91 lantai 1 Surabaya.(jk/fin)


Kredit

Bagikan