Pemdes Sumengko Berharap Warga Terdampak Jalan Tol Ngarobat Ada Ganti Rugi

user
nugroho 05 Maret 2022, 00:35 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Rencana pembangunan Jalan Tol Ngawi - Bojonegoro - Babat (Ngarobat) direncanakan melewati jalur Solo Valley. Pemdes Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menyatakan 40 kepala keluarga (KK) menempati jalur Solo Valley dan diharapkan mendapat ganti rugi dari pemerintah.

Kepala Desa Sumengko, Rudy Setyawan, mengatakan Desa Sumengko dilalui jalur Solo Valley yang akan direncanakan akan digunakan untuk pembangunan Jalan Tol Ngarobat.

"Ada sekitar 40 KK yang menempati jalur Solo Valley," katanya, kepada suarabanyuurip.com Jumat (4/3/2022).

Dia mengatakan, untuk lahan Solo Valley yang ditempati warga sekitar 200 meter panjangnya, sisanya lahan persawahan. Namun, dari pihak pemerintah atau konsultan belum memberikan sosialisasi lebih lanjut terkait rencana pembangunan jalan tol ini.

"Belum ada sosialisasi lebih lanjut, harapannya memberikan dampak positif bagi desa. Terutama dalam penyerapan tenaga kerja," kata Rudy.

Dia menuturkan, warga yang menempati lahan milik pemerintah rata-rata sudah sadar dan telah memiliki lahan sendiri di lain tempat. Namun, harapannya agar ada ganti rugi untuk rumah yang dibangun di lahan Solo Valley tersebut.

"Harapannya ada ganti rugi bagi warga yang terdampak," katanya.

Sebelumnya, Tim Teknis Perwakilan Kementerian PUPR, Ridwan Hoesin mengatakan, jalan tol ruas Ngarobat yang akan dibangun memiliki panjang 116,78 Km di atas lahan solo valley.

Jumlah desa di Bojonegoro yang akan dilewati sebanyak 69 desa tersebar di 16 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, Kapas, Bojonegoro, Dander, Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, Tambakrejo, Padangan, Ngraho, dan Margomulyo.

"Namun jumlah desa ini masih bisa berubah. Sebab, perencana pembangunan jalan tol ini masih dalam studi kelayakan," ujarnya saat Konsultasi Publik di Pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Dijelaskan jalan tol ruas Ngarobat ini akan menghubungkan jalan tol ruas Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar.

"Nantinya, jalan tol ini juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya Gresik. Sehingga, Tol Ngarobat akan berfungsi sebagai jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara," pungkasnya.(jk)

Kredit

Bagikan