30 KK Desa Katur Bakal Terdampak Pembangunan Jalan Tol Ngarobat

user
nugroho 04 Maret 2022, 08:13 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan terdampak pembangunan jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Babat (Ngarobat). Sebab, 30 KK tersebut menempati jalur Solo Valley dan rerata keluarga kurang mampu.

Kepala Desa Katur, Kecamatan Gayam Sukono, mengatakan mendukung rencana pemerintah membangun jalan tol Ngawi-Bojonegoro-Babat (Ngarobat). Namun, harus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan desa.

"Apalagi jalur Solo Valley yang berada di Desa Katur sudah ditempati penduduk sejak lama," katanya, Kamis (3/2/2022).

Dia mengatakan, ada sekitar 30 KK yang menempati lahan Solo Valley dan rata-rata keluarga kurang mampu. Karena itu, Pemdes Katur menunggu sosialisasi kepastian kapan jalan tol ini akan dibangun.

Hal ini, lanjut dia, agar para warga yang menempati lahan Solo Valley mempersiapkan untuk segera pindah. Juga, harapannya mendapatkan ganti rugi bagi warga yang terdampak.

"Harapannya seperti itu, karena lahan Solo Valley sudah ditempati bangunan semi permanen dan rata-rata keluarga kurang mampu," kata Sukono.

Dia menuturkan, Desa Katur banyak lahan yang kurang produktif yakni sekitar 200 hektare. Maka dengan rencana pembangunan jalan tol ini harapannya banyak pabrik yang dibangun di Desa Katur.

Sementara itu, Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam Rachman Aksan mengatakan, pembangunan jalan tol Ngarobat dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dan Desa Bonorejo juga dilewati jalur Solo Valley serta ada beberapa warga yang menempati lahan milik pemerintah itu.

"Itu harapannya, meningkatkan perekonomian masyarakat terutama di Bonorejo," katanya.

Sebelumnya, Tim Teknis Perwakilan Kementerian PUPR, Ridwan Hoesin mengatakan, jalan tol ruas Ngarobat yang akan dibangun memiliki panjang 116,78 Km di atas lahan solo valley. Jumlah desa di Bojonegoro yang akan dilewati sebanyak 69 desa tersebar di 16 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, Kapas, Bojonegoro, Dander, Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, Tambakrejo, Padangan, Ngraho, dan Margomulyo.

"Namun jumlah desa ini masih bisa berubah. Sebab, perencana pembangunan jalan tol ini masih dalam studi kelayakan," ujarnya saat Konsultasi Publik di Pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Dijelaskan jalan tol ruas Ngarobat ini akan menghubungkan jalan tol ruas Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar.

"Nantinya, jalan tol ini juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya Gresik. Sehingga, Tol Ngarobat akan berfungsi sebagai jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara," pungkasnya.(jk)

Kredit

Bagikan