Basmi Hama Tikus Petani Begadon Pasang Rubuha

user
samian 23 Februari 2022, 20:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Guna membasmi hama tikus yang senantiasa mengganggu produksi padi, para petani di Desa Begadon, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memasang rumah burung hantu (Rubuha) sekitar lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) II Begadon, Suparno mengaku, pusing tiap kali musim tanam padi tiba. Musababnya, serangan hama tikus semakin tidak terkendali terhadap tanaman padi miliknya.

Padahal pengendalian hama tikus dengan cara diracun, dan bahkan secara gotong royong melakukan gropyok tikus juga tidak berdampak signifikan. Karena itu, pengendalian hama akhirnya dengan cara memasang Rubuha. Pilihan itu setelah dibahas dalam musyawarah Poktan.

"Sudah lama Poktan kami ingin punya Rubuha. Baru kali ini bisa terwujud," kata Suparno kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (23/02/2022).

Suparno menjelaskan, total sebanyak 7 unit Rubuha sedang dalam proses didirikan. Pengerjaannya secara mandiri, terbagi dalam dua Poktan. Poktan I Begadon kebagian 4 unit, sedang sisanya 3 unit berada di lahan Poktan II. Tersebar di areal persawahan seluas sekira 150 Hektar.

"Sudah barang tentu, jika hama terbasmi hasil produksi padi nantinya bisa meningkat, dari rata rata sebelummya per hektar mencapai 5 ton tiap musim panen," harapnya.

Senada dengan Suparno. Petani anggota Poktan lainnya, Winarto mengatakan, pemilihan pengendalian hama tikus dengan Rubuha jenis Tyto Alba adalah yang paling tepat di desa ring 1 sekitar pengeboran minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu.

"Biasanya tikus kalau dikasih obat rata - rata malah menyerang. Dengan adanya rumah burung hantu dan jenis burung hantu predator alami dimungkinkan sangat mengurangi serangan hama tikus," tandasnya.(fin)

Kredit

Bagikan