Diduga Palsukan Ijazah, Oknum Guru Madrasah Dipolisikan

user
samian 21 Februari 2022, 20:39 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Seorang oknum guru Madrasah Aliyah (MA) Al Abror di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan ke Polisi karena diduga memalsukan ijazah Strata-1 (S-1), Senin (21/02/2022).

Ketua Yayasan Ponpes Al Abror, Abrori mengaku, telah memasukkan laporan ke Polres Bojonegoro terkait dugaan tindak pidana pemalsuan ijazah yang ditengarai dilakukan oleh oknum guru berinisial MZ. Dimana MZ dulunya merupakan pengajar di MA yang berada di bawah naungan yayasan yang ia pimpin.

"Tadi pagi saya masukkan laporan ke Polres terkait dugaan ijazah palsu yang ditengarai dilakukan oleh MZ," kata Abrori kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (21/02/2022).

Abrori menjelaskan, ihwal diketahui adanya penggunaan ijazah palsu oleh MZ pada 2020. Saat itu, pihak yayasan berkeinginan mengenal seluruh tenaga pengajar di dalam naungan Yayasan Ponpes Al Abror. Maka dilakukanlah pendataan kepada seluruh tenaga pengajar dimaksud.

Saat pengecekan pada ijazah MZ, Abrori menemukan ada kejanggalan, sehingga timbul kecurigaan. Diketahui saat itu MZ melampirkan ijazah dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

"Saya juga lulusan UINSA, jadi saya bisa lihat ada yang janggal dengan ijazah MZ," ujarnya.

Demi membuktikan kecurigaannya, Abrori kemudian menelisik data ke kampus UINSA. Dan menurut dia, nama MZ tidak terdaftar sebagai mahasiswa UINSA yang lulus tahun tertera.

"Kalau memang lulus, nama dan judul skripsinya pasti muncul di UINSA," tandasnya.

Selanjutnya, pihak Yayasan dikatakan Abrori memanggil MZ. Dalam penjelasannya, MZ bersikukuh mengaku lulusan UINSA. Kendati, MZ kemudian membuat pengunduran diri secara tertulis pada 4 Agustus 2020. Namun berselang dua tahun, belakangan ini, ia mengetahui ternyata MZ mengajar lagi di MA Al Abror, diduga menggunakan ijazah yang sama.

"Bahkan, saya mendapat informasi jika ijazah itu masuk dalam Simpatika (Sistim Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Kemenag. Oleh sebab itu saya laporkan ke Polisi, demi mendapat kepastian hukum," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro melalui Kasatreskrim, AKP Fran Dalanta Kembaren, membenarkan adanya laporan dugaan ijazah palsu yang melibatkan Abrori sebagai pelapor dan MZ di pihak terlapor.

"Benar, intinya (laporan) itu sudah kami terima," tukasnya.

Dikonfirmasi perihal dugaan ijazah palsu tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (KaKankemenag) Kabupaten Bojonegoro, Munir, berjanji untuk memberikan keterangan dalam wawancara Selasa (22/02/2022) besok.

"Ini kebetulan Kepala dan plt Kasi Pendma beserta staf masih ada kegiatan porseni di Tulungagung, besok ya, Mas," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan