Tahun 2022 Pengadaan Lahan Bendung Gerak Karangnongko Disiapkan, 260 KK Akan Terdampak

user
nugroho 17 Februari 2022, 08:21 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengadaan lahan Bendung Gerak Karangnongko akan disiapkan mulai tahun 2022 ini. Sebanyak 260 kepala keluarga (KK) di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan terdampak dari pembangunan bendungan ini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah mengatakan, pembangunan bendung gerak yang ada di Desa Kalangan dan Ngelo, Kecamatan Margomulyo tahun ini akan dipersiapkan untuk pengadaan lahan.

"Kebetulan proyek tersebut juga ditetapkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Dan pembiayaan untuk tanah menjadi tanggung jawab kabupaten sedangkan fisiknya pemerintah pusat," kata Nurul Azizah saat menyampaikan rencana pembangunan Jalan Tol Ruas Ngarobat kegiatan Konsultasi Publik di Pendapa Malowopati, Selasa (15/2/2022).

Dia menuturkan, Desa Ngelo mempunyai 327 KK dan yang akan terdampak sebanyak 260 KK. Tentu, jika  dipindah penduduk Desa Ngelo akan berkurang bahkan tidak memiliki penduduk.

"Maka kepala desa memberi masukan bahwa penduduk ini harus tinggal di Desa Ngelo. Dan yang diusulkan adalah relokasi di lahan milik perhutani di sekitar sana," tuturnya.

Karena itu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro segera membuat analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL) relokasi. Karena itu, lanjut dia, ada dua skema di antaranya relokasi penduduk atau pindah ke luar desa setelah pembayaran tunai.

"Dari situlah ada dua skema yakni relokasi atau manakala penduduk ingin pindah. Tentu ini didasari di musyawarah desa (musdes) terkait keinginan masyarakat," katanya.

Sehingga, dia melanjutkan, tahapan yang diajukan Pemkab Bojonegoro adalah rencana relokasi (renlok) dan penetapan lokasi inilah nanti akan dibarengi di musdes.

"Manakala musdes memutuskan pindah keluar desa atau relokasi. Maka hasil musdes ini nanti yang akan menjadi kebijakan yang akan diambil," katanya.(jk)

Kredit

Bagikan