Pelapor Dugaan Pemalsuan Data Otentik Terima SP2HPP dari Bareskrim

user
samian 14 Februari 2022, 19:49 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Peristiwa dugaan pemalsuan akta otentik yang melibatkan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah, telah bergulir ke Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri).

Hal itu dibuktikan oleh Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Pengawasan Penyidikan (SP2HPP) yang diterima oleh H. Anwar Sholeh pada Sabtu, 05 Februari 2022. Anwar Sholeh merupakan pelapor dugaan pemalsuan akta otentik yang melibatkan Bupati Anna Mu'awanah, sebagai terlapor.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro peridoe 1999-2004 ini mengaku lega, setelah menerima SP2HPP dari Kabareskrim. Surat yang diperlihatkan oleh Anwar Sholeh itu menggunakan kop Markas Besar Polri, Badan Resese Kriminal, tertanggal 11 Januari 2022.

"Surat dari Bareskrim ini baru saya terima Sabtu, 05 Februari 2022," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (14/02/2022).

Dalam pokok surat, diinformasikan bahwa Bareskrim telah menerima surat pengaduan Anwar Sholeh terkait dugaan tindak pidana pemalsuan atau memalsukan akta otentik yang ditangani oleh Satreskrim Bojonegoro, Polda Jatim.

Adapun tindak lanjut yang telah dilakukan, sebagaimana pokok surat, adalah meminta laporan kemajuan penanganan perkara dalam rangka melakukan pengkajian dan analisa terhadap kasus tersebut untuk menentukan tindak lanjut, supervisi, atau gelar perkara khusus.

Terhadap SP2HPP yang dia terima, Anwar mengaku lega, namun sekaligus juga khawatir. Pasalnya, beberapa pihak mendesak akan melakukan aksi pada 1 Maret 2022. Dimana pada hari itu aduan kasusnya perihal dugaan pemalsuan akta otentik yang diduga dilakukan oleh Bupati Anna tepat mencapai satu tahun lamanya.

Menurut Anwar, sejumlah pihak yang mendesak berencana melakukan aksi itu merasa kecewa jika penanganan dugaan kasus yang melibatkan Bupati Bojonegoro itu berlarut larut sampai satu tahun belum ada kejelasan.

"Semoga aksi itu tidak terjadi, karena saya percaya dan mengapresiasi Bareskrim Polri. Sampai detik ini saya juga percaya dan apresiasi kepada Penyidik Polres yang telah memberikan pelayanan sebaik-baiknya," ucapnya.

Sementara itu, dikonfirmasi perihal tahapan terbaru penyelidikan kasus dugaan pemalsuan akta otentik yang ditengarai dilakukan oleh Bupati Anna, Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Fran Dalanta Kembaren, belum memberikan keterangan hingga berita ini diturunkan.

Sebelumnya, AKP Fran menyampaikan, jika Polres Bojonegoro berkoordinasi dengan Polda Jatim mengenai rencana gelar perkara.(fin)

Kredit

Bagikan