Polres Blora Selidiki Jual Beli Kios Pasar Wulung, Sejumlah Bukti Telah Dikantongi

user
nugroho 26 Januari 2022, 21:24 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora - Kasus dugaan jual beli kios pasar di Blora, Jawa Tengah, kembali terjadi. Kali ini, kasus tersebut terjadi di Pasar Kobong Wulung Kecamatan Randublatung. Satu kios  dibandrol mulai Rp45 - Rp50 juta. Kasus ini sekarang sedang ditangani Polres Blora.

Di Pasar Kobong Wulung terdapat 89 kios atau toko. Dari jumlah itu 55 kios sudah terjual, dan 28 kios diserahkan kepada pemilik awal  karena sudah memiliki sejak awal. Sedangkan 6 belum terjual.

Kasatreskrim Polres Blora, AKP Setiyanto mengatakan telah melakukan penyelidikan terhadap pungutuan liar (Pungli) yang ada di Pasar Kobong Wulung. Pihaknya sudah mengumpulkan data-data pemilik toko yang sudah melakukan pembayaran maupun yang masih mengangsur.

"Kami melakukan penyelidikan ini terkait dengan 55 kios yang saat ini masih proses. Ada yang sebagian lunas dan ada yang proses angsur," jelasnya, (26/1/2022).

Pihaknya mengaku sudah mengamankan sebagian barang bukti berupa fotocopi kwitansi uang muka, angsuran dan identitas pemilik toko. Jumlah angsuran yang dikantongi bervariatif. Ada yang sudah mengangsur 4 kali, 18 kali, dan 28 kali.

"Kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi pemilik toko maupun penerima setoran angsuran,"  imbuhnya.

Sekarang ini pihaknya masih mengkaji data yang diterima dari uang muka ini. Ada yang sudah disetor ke bendahara.

"Ada juga yang sudah disetorkan ke salah satu pegawai inisial K dan ini tidak disetor ke bendahara. Kita akan kaji dan telusuri aliran dana ini," ungkapnya.

Untuk besarannya, AKP Setiyanto mengaku belum bisa menyampaikan karena ada beberapa pemilik toko baru mengangsur beberapa kali.

"Kita akan dalami. Kita mintai keterangan pemilik toko ini," tegasnya.

Dia mengungkapkan, para pedagang sempat protes dan menanyakan kelanjutan dari uang yang sudah disetorkan tersebut. Sehingga kasus ini mencuat.

"Untuk lengkapnya nanti kami sampaikan," ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun,  kios pasar tersebut selesai dibangun dan terjual mulai bulan Juli 2019. Harga kios atau toko antara Rp45 juta hingga Rp50 juta.

Total ada 89 kios. Sebanyak 28 toko diberikan gratis (pemilik lama). Berikutnya, 6 toko belum terjual. Serta 55 toko terjual dengan harga antara Rp 45 juta hingga Rp 50 juta.

Sistem pembayaran dilakukan dengan beberapa cara. Mulai uang muka (DP) dan cash. Untuk uang muka antara Rp5 juta hingga  Rp10 juta. Kekurangannya di angsur tiap bulan minimal Rp 1 juta.

Pihak kepolisian juga sudah mengamankan beberapa barang bukti. Pertama, Foto copy kwitansi pembayaran DP. Foto copy kwitansi angsuran. Foto copy buku identitas kepemilikan kios/toko.

Uang hasil penjualan diduga mengalir ke beberapa orang. Dimana, uang DP antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta disetorkan ke Maya selaku bendahara pasar. Untuk angsuran tiap bulan disetor kepada Kariyono (koordinator pedagang), namun tidak disetorkan ke bendahara.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Wilayah II Wahyu, yang membawahi Pasar Wulung mengaku tidak tahu kasus tersebut. Bahkan saat pihak kepolisian datang ke lokasi, dirinya juga mengaku tidak mengetahuinya.

"Maaf Mas, saya belum tahu soal itu," katanya singkat melalalui sambungan telephonnya.(ams)


Kredit

Bagikan