30 ASN Pemkab Bojonegoro Dimutasi

user
samian 21 Januari 2022, 15:29 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sebanyak 30 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, dimutasi. Secara resmi para ASN tersebut dilantik oleh Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah di Pendapa Malawopati untuk menempati posisinya yang baru, Jum'at (21/01/2022).

Sesuai data pelantikan yang diperoleh SuaraBanyuurip.com, Aan Syahbana dilantik sebagai Penjabat (Pj) Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP). Aan sebelumnya menjabat sekretaris di instansi yang sama.

Selain Aan, dua jabatan pimpinan tinggi pratama lainnya yaitu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) yang dijabat oleh Heru Sugiharto, yang sebelumnya sebagai Camat Padangan. Dan Erik Firdaus yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) kini dimutasi menjadi Pj di intansi yang sama.

Sementara itu, pada jabatan administrator terdapat 16 pejabat yang dimutasi. Diantaranya, Zenny Bachtiyar digeser menjadi Camat Tambarejo, dimutasi dari jabatan sebelumnya sebagai Camat Kedewan. Kemudian Sahlan, dilantik menjadi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro.

Selanjutnya, untuk jabatan pengawas, sebanyak enam ASN yang dimutasi, kemudian tiga ASN pada jabatan fungsional, dan dua ASN yang sebelumnya sebagai guru diangkat menjabat Kepala Sekolah.

Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Bojonegoro, Triguno Sudjono Prio mengatakan, bahwa mutasi adalah hal yang biasa. Hal itu diperlukan untuk penyegaran yang bertujuan agar kinerja ASN semakin baik.

"Selain kegiatan pelantikan mutasi, hari ini juga ada pelantikan promosi untuk pejabat eselon III dan IV, serta pelantikan hasil lelang jabatan yang ditetapkan," kata Triguno kepada SuaraBanyuurip.com.

Kendati, kata Triguno, tidak semua hasil lelang jabatan ditetapkan. Seperti hasil lelang jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Kadin Perpusipda) yang belum ditetapkan. Begitu pula hasil lelang Kepala Dinas Pendidikan.

"Kalau untuk Dinas Pendidikan, semua peserta lelang memang tidak ada yang lolos," ujarnya.(fin)

Kredit

Bagikan