Terdakwa Anggota DPRD Bojonegoro Dituntut 3 Bulan Penjara

user
samian 18 Januari 2022, 19:54 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Setelah sebelumnya sempat tertunda, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dekry Wahyudi akhirnya membacakan tuntutan kepada terdakwa Muhamad Rozi, anggota DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, agar dijatuhi hukuman selama tiga bulan penjara, Selasa (18/01/2022). Jaksa menganggap perbuatan terdakwa terbukti memenuhi unsur tindak pidana KDRT kepada istrinya, Anik Susilowati.

Dalam sidang perkara pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) nomor : 215/Pid/Sus/2021/PN Bjn yang digelar di ruang cakra Pengadilan Negeri Bojonegoro, JPU Dekry Wahyudi membacakan tuntutan agar Majelis Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 3 bulan kepada terdakwa Muhamad Rozi. Tuntutan ini lebih rendah satu bulan dari ancaman maksimal dalam UU. No 23 Tahun 2004 Pasal 44 ayat tentang Penghapusan KDRT.

Menurut JPU berdasarkan hasil visum et repertum, sesuai fakta persidangan, keterangan saksi korban, saksi, keterangan ahli dan alat bukti di persidangan, telah terpenuhi unsur terjadinya tindak pidana, dan terbukti terdakwa melakukan kekerasan fisik yang tidak mengakibatkan halangan terhadap korban untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Berdasarkan uraian di atas, jelaslah perbuatan terdakwa telah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga yang dilakukan suami kepada istri, sesuai dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

"Yakni melanggar Pasal 44 ayat 4  UU. No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT," kata Jaksa Dekry dalam tuntutannya.

Sebelum mengajukan tuntutan pidana, Jaksa mengemukakan dua hal yang memberatkan dan dua hal yang meringankan terdakwa. Dua hal yang disebut memberatkan yakni, terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan merupakan anggota DPRD yang seharusnya menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat. Sedangkan dua hal yang dinilai meringankan adalah, terdakwa belum pernah dipidana dan bersikap sopan selama menjalani persidangan.

"Kami menuntut supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan. Satu, menyatakan terdakwa Muhamad Rozi terbukti bersalah melakukan tindak pidana melakukan kekerasan fisik terhadap istri yang tidak mengakibatkan halangan kegiatan sehari-hari," ucap Jaksa Dekry.

"Yang kedua menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama tiga bulan, dan membayar biaya perkara ini sebesar Rp5.000," lannjutnya.

Ketua Majelis Hakim Zainal Ahmad kemudian menanyakan kepada terdakwa apakah akan membuat pembelaan secara lisan atau dalam bentuk tertulis.

"Pembelaan secara tertulis Yang Mulia," ujar terdakwa Rozi menjawab Hakim Ketua.

Majelis Hakim memberikan kesempatan tujuh hari kepada Muhamad Rozi untuk menyusun pembelaan tertulisnya yang akan disampaikan pada jadwal sidang selanjutnya, Selasa 25 Januari 2022.(fin)

Kredit

Bagikan