Cemas Rumor Pasar Dibakar, Pedagang Pasar Kota Minta Bupati Segera Batalkan Relokasi

user
samian 16 Januari 2022, 18:50 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro (PPPKB), di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku cemas. Pasalnya beredar rumor di kalangan pedagang pasar kota, perihal akan adanya pembakaran pasar sebagai buntut penolakan relokasi.

Tak pelak, rumor yang tidak diketahui asal muasal sumbernya itu berakibat menghantui para pedagang tersebut. Bahkan, sempat membuat pasokan barang dari distributor pemasok barang kebutuhan pasar mengurangi jumlah pasokannya.

Kekhawatiran itu menyebabkan Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro meminta kepada Bupati Bojonegoro agar segera menerbitkan keputusan secara tertulis tentang pembatalan relokasi pasar kota.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, H. Wasito mengungkapkan, bahwa rumor yang mengiringi penolakan relokasi berupa ancaman pembakaran pasar. Hal itu membuat para pedagang cemas. Rumor itu muncul dan beredar pasca demo penolakan relokasi yang dilakukan para pedagang.

"Rumor pembakaran pasar ini menghantui para pedagang. Oleh sebab itu, kami meminta kepada Ibu Bupati Anna Mua'wanah segera menerbitkan surat keputusan pembatalan relokasi pasar kota," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (16/01/2022).

Tak hanya mengakibatkan keresahan di kalangan pedagang pasar kota, kata Wasito, rumor itu juga berdampak pada menurunnya pasokan dari distributor kepada para pemilik toko di pasar kota. Lantaran khawatir menderita kerugian besar akibat terjadi kebakaran.

Pengurangan pasokan itu berasalan, karena umumnya para pemilik toko mendapat barang dengan cara berhutang. Untuk mengurangi risiko kerugian, lanjut Wasito, para distributor menurunkan angka pasokan.

"Kalau produknya terbakar kan tidak terbayar, distributor tentunya tidak mau rugi. Mereka bersedia memasok lagi secara penuh kalau sudah ada kepastian dari Pemerintah Kabupaten. Untuk itu kami meminta dengan sangat, Ibu Bupati segera menerbitkan keputusan tertulis bahwa pasar kota tidak jadi dipindah," tandasnya.

Sementara itu, salah satu pedagang makanan ringan dalam kemasan di pasar kota, Handoko membenarkan, bahwa ia saat ini hanya mendapat setengah dari jumlah pasokan barang dagangan yang diterima. Dari informasi yang diterima, para salesman distributor mengaku was-was jika kebakaran pasar betul terjadi.

"Pasokan barang ke kami berkurang separuh. Karena salesman juga khawatir, jangan-jangan rumor kebakaran itu akan betul terjadi. Perusahaan mereka bercermin dari peristiwa yang terjadi di daerah lain. Dimana selalu terjadi peristiwa kebakaran pasar saat ada penolakan relokasi," ujarnya.

"Kami berharap, keresahan kami segera dijawab dengan surat keputusan dari Bupati, bahwa pasar tidak dipindah," sambungnya.(fin)

Kredit

Bagikan