Tolak Direlokasi, Pedagang Pasar Kota Demo Pemkab Bojonegoro

user
samian 14 Januari 2022, 18:19 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Seribu lebih massa yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Kota Bojonegoro (PPPKB) membanjiri ruas jalan depan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Jum'at (14/01/2022). Kedatangan mereka berdemonstrasi menolak relokasi.

Dalam orasinya para pendemo menyuarakan keresahan dan menuntut kepada Pemkab Bojonegoro membatalkan relokasi pedagang pasar kota ke pasar wisata. Para pendemo juga meminta Bupati turun langsung menemui mereka.

Lantaran, menurut mereka hanya Bupati yang bisa membatalkan perintah relokasi pada hari ini juga. Namun, para pendemo hanya ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Kadisdagkop UM) Sukemi.

"Keadaan sudah susah melawan corona. Wahai penguasa janganlah cari permasalahan dengan rakyat. Rakyat sudah berjuang sendiri. Maka satu kata, kami semua menolak relokasi," teriak Sugiharto, salah satu orator perwakilan PPPKB.

Menanggapi tuntutan para pendemo atau pengunjuk rasa, Sekda Nurul Azizah berjanji mencatat aspirasi yang dikemukakan pengunjuk rasa. Untuk selanjutnya disampaikan kepada pimpinan.

"Nanti masukan panjenengan semua akan dibahas bersama Forkopimda," ucapnya.

Ucapan Sekda Nurul Azizah, tidak membuat tenang para pengunjuk rasa. Namun justru membuat massa pendemo semakin emosional. Pernyataan tersebut dirasa mengecewakan oleh para pedagang. Zaini, salah satu pedagang kemudian mengungkapkan kekesalannya.

"Kami berulang kali audiensi, tapi hari ini kita cuma dicatat. Kami tidak puas dengan cuma dicatat. Kita para pedagang merasa seakan dianiaya," tandasnya.

Beruntung bagi para pedagang, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro menemui mereka. Diantaranya Wakil Ketua I DPRD Sukur Priyanto, Ketua Komisi B Sally Atysasmi, dan Lasuri.

Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto menyatakan, terkait relokasi, DPRD akan mengundang Pemerintah Daerah untuk menunda relokasi pasar tersebut. Termasuk juga meminta agar pembangunan RTH ditunda.

"Jika pembangunan RTH akan dilanjutkan DPRD akan mendatangi Dinas Cipta Karya," tegasnya.

Para pendemo selanjutnya bubar dengan tertib serta mendapat pengawalan dari aparat keamanan.(fin)

Credits

Bagikan