Pemindahan Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Dinilai Langgar HAM

user
nugroho 14 Januari 2022, 13:34 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Perkumpulan Pedagang Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur kembali akan melakukan unjuk rasa, Jumat (14/1/2022). Mereka menolak perintah pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk pindah ke pasar Wisata (Banjarjo II).

Aksi yang berlangsung berkali-kali ini menyusul penutupan/pemagaran Pasar Kota Bojonegoro oleh pemkab pada, Sabtu 15 Januari 2022  besok.

Ketua Perkumpulan Pasar Kota Bojonegoro, Wasito menegaskan pedagang tetap menolak untuk pindah ke Pasar Wisata. Kebijakan pemkab yang memaksa pedagang pindah dinilai tidak sesuai proses yang semestinya seperti konsultasi publik yang melibatkan para pedagang.

Selain itu, lanjut Wasito, keputusan Pemkab untuk memindahkan pedagang ini tidak memperhatikan kesejahteraan dan hak asasi manusia (HAM) yang diamanatkan dalam UUD 1945 pasal 28A.

"Di pasal itu sudah jelas bunyinya : Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Wasito, para pedagang tetap sepakat untuk menolak relokasi dan akan menggelar aksi. Karena pemindahan tersebut dinilai merugikan pedagang secara materiil maupun imateriil, dan tidak adanya landasan hukum yang jelas.

"Kami melihat pemindahan ini ada unsur pemaksaan sepihak dari pemkab," tandasnya.

Sebelumnya pada saat sosialisasi, Kepala Disdagkop dan UKM Bojonegoro, Sukaemi menjelaskan pemindahan pedagang pasar kota ke Pasar Wisata ini untuk memberikan tempat yang lebih layak kepada pedagang. Kerena di tempat baru itu dilengkapi sejumlah fasilitas yang lebih lengkap yang akan membuat pedagang dan pembeli nyaman bertransaski.

"Apalagi Pasar Kota Bojonegoro akan dijadikan ruang terbuka hijau, dan itu sudah masuk dalam Perda," jelasnya.(suko)

Kredit

Bagikan