Selama 2021, PA Bojonegoro Mencatat Ada 2.090 Perkara Perceraian

user
nugroho 05 Januari 2022, 16:23 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Selama 2021, Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Jawa Timur mencatat ada 2.090 perkara perceraian. Jumlah itu, rata-rata istri menggugat cerai suaminya yakni sebanyak 1.909 perkara.

"Alasannya masih sama. Yakni karena perselingkuhan dan ekonomi yang menjadi faktor utama," kata Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholikin Jamik.

Dia mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan banyaknya pengajuan perceraian di Bojonegoro. Selain karena perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus juga faktor perselingkuhan.

"Juga banyaknya pengajuan perceraian itu karena kurang puas," katanya, Rabu (5/1/2021).

Sholikin menuturkan, meski jumlah pengajuan perceraian menurun dibanding 2020 lalu, akan tetapi jumlah perkara istri gugat suami lebih mendominasi. Rinciannya, untuk 2021 lalu ada 781 cerai talak dan cerai gugat 1.909 perkara.

"Sementara, untuk 2020 lalu ada sebanyak 2.893 pengajuan perceraian. Dan rata-rata didominasi cerai gugat," kata Sholikin.

Dia mengatakan, cerai gugat yang diajukan istri kepada suami karena istri tidak tahan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Juga permasalahan ekonomi, misalnya suami tidak memberikan nafkah kepada istri.

"Perceraian bisa terjadi akibat penggunaan alat komunikasi yang kurang tepat karena memicu perselingkuhan," katanya.

Menurut dia, sebaiknya jika ada permasalahan keluarga seperti ekonomi dan perseteruan dibicarakan baik-baik tanpa ada kekerasan. Hal itu untuk menghindari perceraian yang merugikan dari kedua belah pihak.(jk)

Kredit

Bagikan