4 Kecamatan di Bojonegoro Masih Nunggak PBB-P2 Senilai Rp 1,1 Miliar

user
nugroho 04 Januari 2022, 20:45 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Empat kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur masih punya tunggakan  pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp 1,1 miliar. Dari empat kecamatan tersebut, tunggakan Kecamatan Bojonegoro tertinggi mencapai Rp 973 juta.

“Ada 4 Kecamatan yang masih nunggak PBB-P2 tahun 2021 lalu,” kata Kabid Pajak Daerah 2 Bapenda Bojonegoro Hendri Eko.

Hendri mengatakan, besaran tunggakan PBB-P2 kecamatan cukup bervariatif. Rinciannya, tunggakan yang nominalnya paling rendah yakni di Kecamatan Baureno sebesar Rp 13.945.615.

Selanjutnya, diikuti Kecamatan Padangan Rp 64.764.434 serta Kecamatan Kalitidu sebesar Rp 77.507.626. kemudian, kata dia, tunggakan PBB-P2 paling tinggi dimiliki Kecamatan Bojonegoro sebesar Rp 973.963.563.

"Empat kecamatan yang masih nunggak pajak tersebut ada beberapa faktor diantaranya ada pada wajib pajak. Misalnya obyek pajak ada, tapi wajib pajak di luar kota dan tidak diketahui keberadaannya," jelasnya, Selasa (4/1/2021).

Sehingga, untuk menagih pajak terkendala pada wajib pajak tidak diketahui keberadaannya. Namun,  jika objek tidak diketahui, pemdes bisa melaporkan pada Bapenda di awal saat menerima SPPT.

“Pihak Bapenda dapat membantu prosesnya. Salah satunya bisa melalui pelacakan transaksi melalui bea perolehan hak atas tanah bangunan BPHTB,” ujarnya.

Hendri melanjutkan, warga masyarakat Bojonegoro agar bayar pajak tepat waktu. Dan bisa memanfaatkan momen sunset policy (penghapusan denda), pada saat hari jadi Bojonegoro maupun Provinsi Jatim.

“Bisa memanfaatkan berbagai aplikasi yang telah disediakan dapat di unduh melalui HP android untuk pembayaran pajak,” pungkasnya.(jk)

Kredit

Bagikan