Di Akhir Tahun, Wabup Budi Irawanto Tetap Laksanakan Sidak

user
samian 01 Januari 2022, 02:46 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Hingga akhir tahun 2021, Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Jawa Timur, Drs H Budi Irawanto, M.Pd tetap melaksanakan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah desa yang menerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang diberikan kepada desa dan bersumber dari anggaran P-APBD Kabupaten Bojonegoro T.A 2021.

Sidak yang dilakukan Wabup Bojonegoro, pada Jum'at, (31/12/2021) guna memastikan penggunaan dan pengelolaan anggaran BKK hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan. Lokasi yang dikunjungi yakni sejumlah desa yang berada di wilayah Kecamatan Baureno.

Saat Sidak kali ini, Wabup Budi Irawanto mendatangi empat desa. Namun, saat tiba di kantor desa, rata-rata telah tutup. Meski bukan hari libur. Sehingga tidak ada yang dapat ditemui.

Ketika berkunjung di Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, Wabup Bojonegoro disambut kepala desa setempat. Dan langsung menuju lokasi kegiatan pengerjaan rigid cor beton.

Kepala Desa (Kades) Tanggungan Ahmad Ghofur di hadapan awak media menjelaskan, bahwa total BKK/BKD yang diperoleh desanya yakni Rp5.662.142.961,56-. Nilai tersebut berkurang dari proposal perencanaan yang diajukan pada awal tahun lalu.

"Pengajuan awal sebelum dibatalkan pada pertengahan tahun kita mengajukan senilai Rp9 miliar, dan pada akhir tahun ini desa kami menerima BKD Rp5,6 miliar," katanya.

"Kemudian kami menggelar musdes untuk mengesahkan peraturan desa tentang perubahan APBDes tahun 2021, selanjutnya melaksanakan lelang pekerjaan jalan beton," terang Kades Tanggungan.

Ia mengungkapkan, bahwa proses lelang pekerjaan dilakukan tim pelaksana kegiatan desa, berdasarkan prosedur dan petunjuk bupati.

"Untuk tanggal lelang, penetapan pemenang, sampai penandatangan kontrak saya lupa, yang saya ingat hanya pemenangnya PT Unggul Beton itu saja," ucapnya.

"Kontrak sudah saya keluarkan, lelang beton di tahap awal seingat saya sekitar empat ratus juta rupiah, untuk wiremesh pemenangnya saya lupa, pokoknya yang tahu itu timlak," imbuhnya.

Ditambahkan, untuk pengerjaan persiapan dan pembersihan dilakukan sendiri oleh timlak desa. Hingga saat ini pekerjaan belum dimulai karena menunggu pengiriman material.

Sementara itu, Wabup Bojonegoro Budi Irawanto saat mendampingi Kades dan anggota timlak desa menegaskan, bahwa desa Tanggungan ini memperoleh BKD dengan nilai yang cukup besar. Namun hingga berakhirnya tahun 2021 belum ada kegiatan.

"Padahal BKK/BKD yang diterima ini anggara tahun 2021, dan kata pak Kades proses lelang sampai tanda tangan kontrak sudah dilakukan. Kalau belum dilaksanakan tahun 2021 ini, di tahun depan harus dilakukan lelang kembali," jelasnya.

Karena ketidaktahuan pihak desa terkait teknis lelang dan pelaksanaan, Wabup berharap jangan sampai jadi korban atau menimbulkan masalah ke depannya.

Budi Irawanto mengimbau, apabila pihak desa tetap melaksanakan proses dan pekerjaan jalan beton, diharap tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Spek besi serta material yang lain juga harus sesuai.

Disinggung terkait kegiatan Sidak. Budi Irawanto menyampaikan kepada seluruh masyarakat khususnya bagi desa penerima BKK atau biasa disebut BKD, bahwa tak ada sedikitpun niat untuk menakuti-nakuti, terlebih membuat gaduh dan mencari musuh.

"Semua ini sebagai wujud kepedulian dan tanggungjawab saya kepada masyarakat Bojonegoro," tandasnya.

Wabup Bojonegoro juga berpesan, agar memasang papan informasi sebagai tanda sosialisasi kepada masyarakat. Melalui papan informasi tersebut nantinya warga Desa Tanggungan akan mengetahui dan turut mengawasi pekerjaan yang dibiayai BKK dari PAPBD Kabupaten Bojonegoro T.A 2021.(fin)

Kredit

Bagikan