Tak Penuhi Panggilan, Bupati Bojonegoro Utus Sekda Temui Penyidik Polres

user
nugroho 27 Desember 2021, 16:48 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Mu'awanah tidak memenuhi panggilan penyidik Polres setempat, Senin (27/12/2021). Bupati Anna memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah menemui penyidik kepolisian untuk menyampaikan alasan ketidakhadirannya.

Penyidik Polres memanggil Bupati Anna terkait laporan H. Anwar Sholeh ke Polres Bojonegoro perihal perbedaan nama Anna Mu'awanah yang tertera pada ijazah Strata -1 (S-1) dengan ijazah sebelumnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fran Dalanta Kembaren mengungkapkan, bahwa hari ini Senin (27/12/2021) memang ada agenda undangan kepada Bupati Bojonegoro untuk dimintai keterangan.

"Betul hari ini ada jadwal undangan kepada beliau Bupati Bojonegoro untuk dimintai keterangan," kata AKP Fran kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (2712/2021).

Dijelaskan, panggilan terhadap Bupati Anna untuk meminta klarifikasi terkait pengaduan H. Anwar Sholeh ke Polres Bojonegoro perihal nama Anna Mu'awanah yang tertera pada ijazah Strata -1 (S-1) yang diduga tidak sama dengan ijazah sebelumnya.

Namun, Bupati Anna menyatakan berhalangan hadir, dengan alasan memiliki beberapa kesibukan. Keterangan tersebut disampaikan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro, Nurul Azizah.

"Iya, tadi utusan Beliau, Bu Sekda ke sini (Polres) menyampaikan bahwa hari ini Ibu Bupati tidak bisa hadir karena ada rapat. Sehingga meminta untuk dijadwal ulang," jelas mantan Kasatreskrim Polres Jember ini.

Terpisah, H. Anwar Sholeh, mengaku sangat mengapresiasi kinerja dan keberanian aparat kepolisan dengan adanya kabar pemanggilan kepada Bupati Bojonegoro terkait kasus perbedaan nama di ijazah yang diadukan.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja dan keberanian Polri yang memanggil terlapor," ucapnya.

Sementara itu, Sekda Nurul Azizah tidak merespon konfirmasi yang diupayakan oleh SuaraBanyuurip.com. Pesan Whatsapp yang dilayangkan pukul 13.17 WIB juga tidak mendapat balasan hingga berita ini ditulis pukul 16:25 Wib.

Untuk diketahui, Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro periode 1999-2004, H. Anwar Sholeh, melaporkan Bupati Anna Mu'awanah ke Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Senin (01/03/2021 lalu. Anwar menduga  telah terjadi pemalsuan akta otentik yang digunakan Bupati Anna saat mendaftar Calon Bupati Bojonegoro dalam Pilkada tahun 2018.

Anwar Sholeh menemukan ketidaksamaan nama antara yang ada di ijazah SD, dan Sekolah tingkat menengah dengan Ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi. Di ijazah sebelum perguruan tinggi menggunakan nama Muk'awanah. Sementara di ijazah perguruan tinggi berubah menjadi Anna Mu'awanah. Perubahan nama tersebut tanpa diserta surat keputusan dari Pengadilan Negeri.(fin)

Kredit

Bagikan