EMCL dan Yayasan el-SAL Indonesia Gelar Festival Ecobrick

user
samian 23 Desember 2021, 20:50 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Tuban - Guna menyadarkan masyarakat tentang bahaya sampah plastik, khususnya di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Yayasan el-SAL Indonesia menggelar festival ecobrick atau bata ramah lingkungan, Kamis (23/12/2021).

Ketua Umum el-SAL Indonesia, Ahmad Shohib mengatakan, festival ecobrick digelar dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya sampah plastik terhadap alam maupun lingkungan sekitar.

"Kebetulan, eL-SAL Indonesia adalah salah satu lembaga pendamping sekaligus mitra EMCL yang bergerak di bidang pengelolaan sampah berbasis masyarakat," kata Ahmad kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, perilaku buang sampah sembarangan dapat menyebabkan bencana alam. Termasuk menyebabkan banyaknya spesies flora dan fauna mati terbunuh oleh racun sampah-sampah yang sulit didaur ulang alam.

"Dalam pelaksanaan festival ecobrick ini juga disertakan demo pembuatan kreasi ecobrick dari ahlinya, diikuti belasan peserta. Antara lain Marsha, Mts Al-Asyar, Murdianto,Tias Puji Pratiwi, Pak Lasto, Aris Sutikno, Rumiati, dan Bank Sampah Permata Bahari," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Karangagung, Aji Agus Wiyoto, turut serta mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Sekaligus menyukseskan program pemerintah desa maupun Kabupaten Tuban dalam hal pengelolaan sampah sehingga terwujud cita-cita Desa Karangagung yang Asri.

"Keberadaan ecobrick bisa menjadi solusi masalah sampah plastik yang sederhana namun visioner," tandasnya.

Senada diungkapkan Camat Palang, Rohmad, bahwa keberadaan Taman Ecobrick yang sudah di gagas oleh EMCL dan Yayasan el-SAL sangat memberikan manfaat luar biasa. Khususnya pengurangan sampah dan pengelolaan sampah menjadi kian baik.

"Semoga adanya festival Ecobrick ini menjadi permulaan awal terkait kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah di masyarakat," harapnya.

Perwakilan EMCL Joni Wicaksono menegaskan, bahwa gerakan ecobrick ini bukanlah hanya gerakan seremionial saja, akan tetapi harus dilanjutkan dengan gerakan-gerakan kreatif. Oleh karena itu, ia menilai hal itu adalah sebuah solusi yang menjadi tanggung jawab moral bagi semua pihak.

Menurutnya, kepedulian lingkungan dimulai sedini mungkin untuk mengantisipasi adanya polusi bagi lingkungan sekitar dan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Sampah plastik menjadi sebuah permasalahan dan harus diatasi bersama-sama.

"Mudah-mudahan momentum ini menjadi sebuah kesadaran, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sampah dan mengelola sampah dengan baik," ucapnya.(fin)

Kredit

Bagikan