Dinkes Bojonegoro Catat 211 Kasus DBD, 3 Orang Meninggal Dunia

user
samian 23 Desember 2021, 17:20 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Sejak Januari hingga akhir November 2021, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat terdapat 211 kasus penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue). Dari jumlah itu, tiga orang diantaranya meninggal dunia.

"Ada 211 kasus dan tiga orang meninggal dunia karena kondisinya akut akibat terlambat dibawa ke dokter. Kasus demam berdarah hampir merata disemua kecamatan di Kabupaten Bojonegoro," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Bojonegoro, dr. Wheny Dyah Prajanti kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (23/12/2021).

Menurut dr. Whenny, dalam upaya menanggulangi wabah tersebut, warga diimbau tetap melakukan Gertak Satu Satu, yaitu akronim gerakan serentak satu rumah satu Jumantik dengan kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk). Pihaknya juga menerjunkan kader jumantik (Juru Pemantau Jentik) nyamuk di setiap desa untuk memberantas sarang jentik nyamuk.

“Kader Jumantik kita harapkan memasyarakat di setiap keluarga, karena nyamuk DBD sangat membahayakan keselamatan jiwa, terutama anak-anak,” harapnya.

Dikatakan Wheny, tiap satu minggu sekali, diharap semua masyarakat sadar akan kewajiban menjaga lingkungannya dari sarang nyamuk agar DBD tidak berkembang biak di lingkungan sekitarnya.

"Terutama dimusim penghujan seperti saat ini," tandasnya.

Dijelaskan, bahwa salah satu sebab timbulnya DBD yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti pembawa virus dengue, adalah kondisi yang lembab serta banyaknya genangan air, sehingga menjadi sarang bagi nyamuk untuk berkembang biak.

"Guna pencegahan, pemberantasan sarang nyamuk ini penting. Yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur segala barang yang tidak digunakan yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan