Belum Selesai Dibangun, Jembatan Ngasem-Dander Sudah Rusak

user
samian 21 Desember 2021, 18:22 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Sami'an Sasongko

Bojonegoro - Arus Lalu Lintas Ngasem-Dander terancam tak lancar. Pasalnya jembatan poros umum kecamatan (PUK) Ngasem-Dander turut Dusun Soko, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, yang belum selesai dibangun kini telah kembali rusak. Utamanya pada tembok penahan tanah (TPT) terlepas hingga sekira 40 Centimeter (Cm) dari jembatan dan ambles.

Sehingga membuat jalan yang baru dibangun dengan cor tersebut menggantung dari tanah. Karena tanah urug yang ada ambles. Terlepasnya TPT tersebut diduga pembangunannya asal asalan. Karena besi pengait untuk penguat antara TPT di kanan kiri jembatan tidak ada. Selain itu pengurugan juga tidak dilakukan pemadatan secara maksimal.

Padahal pembangunan jembatan yang juga sebagai jalur menuju lokasi proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) tersebut dibiayai dari APBD Bojonegoro Tahun 2021. Dengan kontraktor pelaksana PT Nasrip Indonesia dan konsultan pengawas CV Bina Cipta Consultant hingga saat ini belum selesai dikerjakan.

Salah satu warga Dusun Soko, Yasir mengaku, lepasnya TPT dengan jembatan terjadi sejak pagi tadi, namun lepasnya belum seberapa parah. Saat ini sudah terlepas lebih dari 40 Cm dan masih terus melebar, karena kurang bagusnya dalam membangun. Sehingga tak mampu menahan tebing sungai dekat jembatan yang longsor.

"Saya rasa pembangunannya asal asalan, Pak. Harusnya sebelum jalan dicor dipasang besi pengait TPT di kanan kiri jembatan. Tapi ini tidak ada jadinya ya mudah rusak. Ditambah pemadatan tanah urugnya juga tidak maksimal, jadi mudah ambles saat TPT-nya rusak," kata Yasir, saat ditemui SuaraBanyuurip.com, Selasa (21/12/2021) disela-sela melihat kerusakan jembatan.

Warga Rukun Tetangga (RT) 22, Rukun Warga (RW) 08 tersebut menambahkan, bahwa kondisi jembatan Soko akan semakin bertambah parah jika terus turun hujan. Karena tanah tebing jembatan akan semakin ambles terbawa arus sungai yang bisa mengancam jalan cor retak dan putus. Dan berakibat pada arus lalu lintas Ngasem-Dander terganggu.

"Apalagi ketebalan cor jalannya juga kurang, terbukti besi yang dirakit masih kelihatan tidak tertutup cor. Jadi bisa memudahkan retak dan ambrol," jelasnya.

"Awalnya mobil tidak bermuatan bisa lewat, tapi sekarang ditutup warga lagi, jadi hanya sepeda motor yang bisa lewat," imbuhnya.

Diharapkan pihak terkait untuk segera merespon cepat dengan sudah rusaknya jembatan Soko yang hingga saat ini belum tuntas pembangunannya.

"Bangunnya saja belum selesai, tapi sudah rusak terus bagaimana jadinya nanti. Mudah-mudahan segera ada tindak lanjut dari dinas terkait," sambung Kalim, warga Desa Ngasem.

Di papan informasi pembangunan tertera, bahwa pembangunan jembatan ruas Dander-Ngasem, Kecamatan Ngasem tersebut danannya bersumber dari APBD Bojonegoro Tahun 2021. Sebesar Rp2.003.940.491,25. Dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Dengan kontraktor pelaksana PT Nasrip Indonesia dan konsultan pengawas CV Bina Cipta Consultant.(sam)

Kredit

Bagikan