PD Muhammadiyah Bojonegoro Tidak Menggelar Salat Idul Adha

user
nugroho 17 Juli 2021, 20:47 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro, Jawa Timur selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat meniadakan salat Idul Adha 1442 Hijriyah. Keputusan itu dilakukan untuk memutus penyebaran virus corona sesuai kebijakan pemerintah.

Wakil Ketua PD Muhammadiyah Bojonegoro, Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik Sholikhin Jamik mengatakan, sesuai surat edaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah salat Idul Adha dengan melibatkan banyak jamaah tahun ini ditiadakan. Juga, takbir keliling disarankan untuk diilakukan di rumah bersama keluarga.

"Salat Idul Adha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan," katanya, Sabtu (17/7/2021).

Sementara itu, bagi umat muslim yang akan melakukan ibadah kurban harus sesuai tuntunan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Sebab, kata dia, masih dalam kondisi pandemi Covid.-19.

Sebaiknya, lanjut dia, untuk membantu ekonomi masyarakat karena jumlah kaum duafa meningkat disarankan agar umat Islam yang mampu untuk lebih mengutamakan bersedekah berupa uang daripada menyembelih hewan kurban. Hal ini mengingat agar membatasi mobilitas masyarakat saat menyembelih kurban.

"Membantu duafa maupun berkurban keduanya mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. Namun, berdasarkan beberapa dalil, memberi sesuatu yang lebih besar manfaatnya untuk kemaslahatan adalah yang lebih diutamakan," kata Sholikin.(jk)

Kredit

Bagikan